Kabar duka datang dari Universitas Hasanuddin. Seorang mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) dilaporkan meninggal dunia di kawasan kampus Fakultas Teknik Unhas, Kabupaten Gowa, Senin malam (18/5/2026).

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial dan sejumlah media lokal, korban diketahui merupakan mahasiswi Departemen Teknik Arsitektur angkatan 2024 berinisial PJT. Korban diduga terjatuh dari salah satu gedung di area Fakultas Teknik Unhas yang berada di Jalan Poros Malino, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 19.30 Wita. Korban ditemukan oleh teman kuliah atau kerabatnya sebelum akhirnya aparat kepolisian dan pihak kampus datang ke lokasi kejadian.

Dalam keterangannya kepada media, IPDA Andi M Alfian menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kematian korban.

“Masih kami lakukan langkah-langkah penyelidikan dan kami juga masih mencari fakta-fakta terkait daripada kematian yang bersangkutan,” ujarnya

Polisi juga telah melakukan pengamanan lokasi kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Dari lokasi, petugas menemukan sejumlah barang milik korban, termasuk sepeda motor, tas, sepatu, dan telepon genggam.

Selain itu, pihak kepolisian menyebut kondisi luka pada tubuh korban masih dalam tahap pemeriksaan awal. Hasil pasti terkait penyebab kematian masih menunggu proses autopsi.

“Luka-luka sementara masih pemeriksaan luar, untuk hasil yang lebih jelasnya kita tunggu hasil daripada autopsi,” lanjutnya.

Perhatian publik terhadap kasus ini juga meningkat setelah beredarnya voice note yang diduga dikirim korban sebelum kejadian. Dalam rekaman yang beredar, terdengar kalimat, “Kalau kamu dengar voice note ini ada kemungkinan besar, aku udah nggak ada.”

Meski berbagai informasi telah beredar luas di media sosial, hingga kini pihak kampus maupun kepolisian belum memberikan kesimpulan resmi terkait motif maupun penyebab pasti kejadian tersebut. Masyarakat pun diimbau untuk tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi demi menghormati keluarga korban dan proses penyelidikan yang masih berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *