Sumber: Canva AI

Kunyit merupakan salah satu tanaman rimpang yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia, tidak hanya sebagai bumbu dapur tetapi juga sebagai bahan utama minuman herbal tradisional atau jamu. Hingga kini, kebiasaan mengonsumsi jamu berbahan kunyit masih banyak dilakukan karena dipercaya membantu menjaga kesehatan tubuh secara alami.

Dalam artikel ilmiah “Turmeric (Curcuma longa): A Review of Its Multifunction Health Benefits” yang diterbitkan di jurnal Holistic Nursing Practice tahun 2024, disebutkan bahwa kunyit mengandung kurkumin, senyawa aktif yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan. Kandungan tersebut dinilai mampu membantu tubuh melawan peradangan dan stres oksidatif yang menjadi pemicu berbagai penyakit kronis.

Penelitian lain dalam Journal of Functional Foods tahun 2021 juga menjelaskan bahwa kurkumin berpotensi membantu menjaga kesehatan jantung, mendukung pengelolaan diabetes, serta membantu memperbaiki metabolisme tubuh. Sementara itu, jurnal Nutrients tahun 2018 melaporkan bahwa kunyit memiliki sifat antimikroba dan imunomodulator yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Di Indonesia sendiri, tanaman rimpang seperti kunyit, jahe, temulawak, dan kencur sudah lama menjadi bagian dari budaya kesehatan tradisional. Banyak masyarakat mengolah rimpang tersebut menjadi jamu yang dikonsumsi sehari-hari untuk menjaga stamina dan kebugaran tubuh.

Salah satu olahan yang paling populer adalah jamu kunyit asam. Minuman tradisional ini biasanya dibuat dari rebusan kunyit, asam jawa, gula aren, dan air. Selain itu, kunyit juga sering dicampur dengan jahe atau temulawak untuk menghasilkan minuman herbal hangat yang dipercaya membantu menjaga daya tahan tubuh.

Kebiasaan minum jamu bahkan masih bertahan di tengah perkembangan minuman modern. Di berbagai daerah, penjual jamu gendong masih mudah ditemukan, sementara produk herbal berbahan rimpang kini juga banyak dijual dalam bentuk instan dan siap saji.

Meski memiliki banyak manfaat, para ahli mengingatkan bahwa konsumsi jamu herbal tetap perlu dilakukan secara bijak dan tidak menggantikan pengobatan medis utama, terutama bagi penderita penyakit tertentu.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *