Dari Kampus ke Sekolah: Dosen Universitas Negeri Makassar Hadirkan Pelatihan Mutu Pembelajaran di Sinjai

Kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Pelatihan Penyusunan Instrumen Evaluasi Pembelajaran dalam Mendukung Penjaminan Mutu Internal” telah dilaksanakan pada Selasa, 7 April 2026, bertempat di SMK Negeri 1 Sinjai. Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru dari beberapa program keahlian unggulan di SMK Negeri 1 Sinjai, yaitu TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi), Akuntansi, MPLB (Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis), Pemasaran, dan Busana. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran yang valid, reliabel, objektif, adil, serta selaras dengan kebutuhan penjaminan mutu internal sekolah.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 1 Sinjai, Drs. Azis Sirajuddin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini karena dinilai relevan dengan kebutuhan guru dalam memperkuat kualitas pembelajaran dan evaluasi di sekolah kejuruan.

“Evaluasi pembelajaran bukan hanya tentang pemberian nilai, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan mutu proses dan hasil belajar peserta didik. Melalui kegiatan ini, kami berharap guru-guru dapat menyusun instrumen evaluasi yang lebih terarah dan sesuai dengan kompetensi keahlian masing-masing,” ujar Drs. Azis Sirajuddin dalam pembukaan kegiatan.

Materi pelatihan dibawakan langsung oleh Sitti Hardiyanti Arhas, A. Hadijah Sulfiyani A, dan Muallim, yang menekankan pentingnya evaluasi sebagai bagian dari siklus PPEPP, yaitu Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan, dalam sistem penjaminan mutu internal. Dalam materi pelatihan, evaluasi dijelaskan bukan sekadar pemberian angka, melainkan bagian dari proses berkelanjutan untuk memperbaiki pembelajaran dan mutu sekolah.

Para peserta juga mendapatkan penguatan mengenai prinsip instrumen evaluasi yang bermutu, antara lain harus sahih atau valid, objektif, adil, terpadu, dan terbuka. Selain itu, pelatihan membahas tahapan penyusunan instrumen, mulai dari analisis capaian pembelajaran, penyusunan kisi-kisi, penulisan butir soal, hingga proses review dan revisi sebagai bentuk quality control internal.

Dalam sesi praktik dan diskusi, guru-guru dari berbagai program keahlian diajak untuk mengidentifikasi capaian pembelajaran, menyusun kisi-kisi instrumen, serta merancang bentuk evaluasi yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran produktif di SMK. Materi juga menekankan bahwa evaluasi lulusan SMK perlu mencakup aspek kognitif, psikomotor, dan afektif, sehingga instrumen yang disusun tidak hanya mengukur pengetahuan, tetapi juga keterampilan kerja, sikap profesional, kedisiplinan, dan kerja sama.

Kegiatan semakin interaktif melalui sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Beberapa guru menyampaikan pertanyaan terkait cara menyusun indikator soal berbasis capaian pembelajaran, membedakan instrumen untuk aspek kognitif dan psikomotor, serta strategi menyusun rubrik penilaian yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Salah satu pertanyaan yang mengemuka adalah bagaimana guru dapat memastikan bahwa soal atau instrumen yang disusun benar-benar mengukur kompetensi siswa, bukan sekadar menguji hafalan. Narasumber menjelaskan bahwa penyusunan instrumen perlu dimulai dari analisis capaian pembelajaran, kemudian diterjemahkan ke dalam tujuan pembelajaran, indikator soal, level kognitif, dan bentuk penilaian yang tepat. Untuk kompetensi kejuruan, guru juga didorong menggunakan tes kinerja, proyek, portofolio, observasi, dan rubrik penilaian.

Salah satu guru peserta pelatihan menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman praktis tentang penyusunan instrumen evaluasi yang lebih sistematis. “Pelatihan ini sangat membantu kami sebagai guru dalam menyusun instrumen evaluasi yang lebih terukur dan sesuai dengan kompetensi siswa. Selama ini kami sering membuat soal berdasarkan materi yang telah diajarkan, tetapi melalui kegiatan ini kami semakin memahami pentingnya kisi-kisi, indikator soal, level kognitif, dan rubrik penilaian. Materi yang diberikan juga relevan dengan kebutuhan program keahlian di SMK,” ungkap salah satu guru peserta kegiatan.

Melalui kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat ini, para guru memperoleh penguatan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran yang mendukung penjaminan mutu internal sekolah. Pelatihan ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi guru lintas program keahlian untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, dan merancang instrumen evaluasi yang lebih relevan dengan karakteristik pendidikan vokasi.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di SMK Negeri 1 Sinjai, khususnya dalam menghasilkan instrumen evaluasi yang mampu mengukur capaian kompetensi siswa secara komprehensif, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kerja profesional.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMK Negeri 1 Sinjai menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan kejuruan melalui penguatan kapasitas guru dan penerapan evaluasi pembelajaran yang lebih berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *