Darman Manda (Dosen Universitas Negeri Makassar)
Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, peserta didik saat ini hidup dalam lingkungan yang penuh dengan perubahan. Kemudahan akses informasi melalui media digital memberikan banyak manfaat bagi proses pembelajaran dan pengembangan diri. Namun, di sisi lain, era modern juga menghadirkan tantangan berupa berkurangnya perhatian generasi muda terhadap nilai-nilai budaya lokal. Oleh karena itu, penguatan nilai kebudayaan di kalangan peserta didik menjadi suatu kebutuhan yang mendesak agar mereka tidak kehilangan identitas di tengah perkembangan zaman.
Nilai kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu yang harus dijaga, melainkan pedoman hidup yang mengandung kearifan, etika, rasa kebersamaan, dan penghormatan terhadap keberagaman. Nilai-nilai seperti gotong royong, sopan santun, toleransi, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap budaya bangsa harus terus ditanamkan sejak usia dini. Peserta didik yang memahami dan menghargai budayanya akan memiliki karakter yang kuat serta mampu menyaring berbagai pengaruh luar secara bijaksana.
Lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam proses penguatan nilai kebudayaan. Sekolah tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter. Integrasi nilai budaya dapat dilakukan melalui pembelajaran di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, pemanfaatan teknologi digital untuk mengenalkan budaya lokal, hingga pembiasaan sikap yang mencerminkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
Di era modern, pelestarian budaya tidak berarti menolak perkembangan teknologi dan budaya global. Justru, generasi muda harus didorong untuk mampu menggabungkan kemajuan teknologi dengan pelestarian budaya. Media sosial, konten digital, dan berbagai platform kreatif dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan bahasa daerah, seni tradisional, cerita rakyat, maupun kearifan lokal kepada masyarakat luas.
Pada akhirnya, penguatan nilai kebudayaan di kalangan peserta didik merupakan investasi penting dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki jati diri. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan beriringan dengan kesadaran budaya. Peserta didik yang mampu menguasai perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budayanya akan menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan global sekaligus tetap bangga terhadap identitas bangsanya.
Modernisasi tidak seharusnya menjadikan generasi muda tercerabut dari akar budayanya. Justru, semakin maju suatu bangsa, semakin kuat pula kesadaran masyarakatnya dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya sebagai bagian dari identitas dan karakter bangsa.
