Tantri Kotak Mengaku Jadi Korban Dugaan Penipuan, Kerugian Disebut Capai Rp10 Miliar

Vokalis band Kotak, Tantri Syalindri Ichlasari, mengaku menjadi salah satu korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh seseorang yang selama ini dikenalnya sebagai teman dekat. Pengakuan tersebut disampaikan melalui sejumlah unggahan di media sosial yang kemudian menjadi perhatian publik.

Dalam unggahannya, Tantri mengaku mengalami tekanan emosional setelah mengetahui orang yang dipercayainya diduga membawa kabur dana milik sejumlah korban. Ia menyebut telah berupaya mencari keberadaan perempuan bernama Poppy Nupitasari yang hingga kini tidak dapat dihubungi.

Tantri mengungkapkan bahwa selama beberapa hari terakhir dirinya berusaha memperoleh informasi mengenai keberadaan orang tersebut. Menurutnya, komunikasi terputus secara mendadak dan tidak ada itikad baik untuk memberikan penjelasan kepada para pihak yang merasa dirugikan.

“Benar, aku lagi kena penipuan teman sendiri karena sudah beberapa hari dia menghilang dan tidak ada itikad baik untuk ketemu,” tulis Tantri dalam unggahan media sosialnya.

Ia juga mengaku belum memiliki cukup energi untuk menjelaskan seluruh detail persoalan yang terjadi. Fokus utamanya saat ini adalah mencari tahu keberadaan orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Dalam unggahan lain, Tantri menyebut nilai kerugian yang dialami para korban secara keseluruhan diduga mencapai hampir Rp10 miliar. Ia mengatakan dirinya bukan satu-satunya pihak yang merasa dirugikan dalam kasus ini.

Menurut Tantri, sejumlah korban telah mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan dengan dugaan penipuan tersebut. Meski demikian, ia masih berharap persoalan itu dapat diselesaikan dengan itikad baik sebelum menempuh langkah hukum.

Tantri juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap para korban lain yang disebut berasal dari berbagai latar belakang. Beberapa di antaranya, menurut pengakuannya, menggunakan dana tabungan yang disimpan untuk kebutuhan keluarga maupun pengobatan.

Melalui media sosial, Tantri turut meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan perempuan yang disebutnya dalam unggahan tersebut. Ia berharap persoalan itu dapat segera menemukan titik terang dan hak para korban dapat dikembalikan.

☕ Dukung ASHA Publishing

Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.

Hingga kabar ini beredar, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak yang disebut dalam unggahan Tantri terkait tuduhan tersebut. Oleh karena itu, seluruh dugaan yang disampaikan masih menunggu klarifikasi dan proses lebih lanjut dari pihak terkait maupun aparat penegak hukum apabila laporan resmi diajukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 ASHA News by ASHA Publishing. All Rights Reserved.