Antrean Panjang BBM di Makassar, Bahlil Pastikan Stok Nasional Masih Aman

MAKASSAR, 18 September 2026 — Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih berada dalam kondisi aman di tengah antrean panjang yang sempat terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), termasuk di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut ketahanan stok BBM nasional masih berada pada kisaran 18–20 hari, sesuai standar minimum kebutuhan nasional. Ia juga mengatakan persoalan antrean BBM yang terjadi di Makassar telah berangsur terurai.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil setelah dalam beberapa hari sebelumnya masyarakat di Makassar menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan BBM di sejumlah SPBU.

Antrean BBM di Makassar Jadi Sorotan

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Makassar sebelumnya berlangsung cukup panjang. Kondisi tersebut bahkan berdampak pada aktivitas masyarakat dan mendorong pemerintah daerah mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi mobilitas.

Bahlil mengatakan kondisi yang terjadi di Makassar tidak menunjukkan bahwa stok BBM nasional telah habis. Menurut penjelasannya, salah satu faktor yang berkontribusi terhadap antrean adalah pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.

Pergeseran tersebut terjadi ketika sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi, seperti bahan bakar dengan RON 92 dan RON 95, kemudian beralih menggunakan BBM subsidi.

Perubahan pola konsumsi tersebut kemudian meningkatkan permintaan terhadap BBM subsidi pada sejumlah SPBU.

Harga BBM Nonsubsidi dan Perubahan Pola Konsumsi

Bahlil mengaitkan perubahan pola konsumsi itu dengan kondisi harga BBM nonsubsidi yang mengikuti perkembangan harga minyak dunia.

Ketika harga BBM nonsubsidi mengalami peningkatan, sebagian konsumen disebut memilih menggunakan BBM subsidi. Pemerintah kemudian menyoroti pentingnya memastikan BBM subsidi diberikan kepada masyarakat yang memang menjadi sasaran penerima.

Dalam perkembangan terbaru, pemerintah juga sedang menyiapkan aturan mengenai distribusi BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar agar penyalurannya lebih tepat sasaran.

Namun, penjelasan pemerintah mengenai penyebab antrean tersebut merupakan salah satu faktor yang disampaikan oleh Menteri ESDM. Kondisi antrean di lapangan juga sebelumnya mendapat perhatian dari Pertamina dan pemerintah daerah melalui berbagai langkah untuk meningkatkan pelayanan serta ketersediaan BBM di SPBU.

Ada Temuan Modifikasi Tangki Kendaraan

Selain pergeseran konsumsi, Bahlil mengungkap adanya temuan kepolisian mengenai kendaraan yang menggunakan tangki berkapasitas sangat besar.

Menurut Bahlil, terdapat kendaraan yang tangkinya dimodifikasi sehingga mampu menampung BBM dalam jumlah jauh lebih besar dibandingkan kapasitas kendaraan pada umumnya. Ia menyebut ada kendaraan dengan kapasitas tangki yang mencapai sekitar 700 liter hingga 1 ton.

Temuan tersebut, menurut penjelasan Bahlil, menjadi salah satu faktor yang turut memperpanjang antrean karena kendaraan dengan kapasitas besar dapat mengambil BBM subsidi dalam jumlah yang lebih banyak.

Pemerintah kemudian berkoordinasi dengan Pertamina untuk melakukan penertiban dan memastikan implementasi kebijakan distribusi BBM subsidi di lapangan.

Stok Nasional Disebut Masih Dalam Kondisi Aman

Di tengah situasi tersebut, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tetap menjaga ketahanan stok BBM nasional.

Standar minimum kebutuhan nasional yang disebut pemerintah berada pada kisaran 18–20 hari. Dengan posisi tersebut, pemerintah menyatakan persoalan antrean yang terjadi di beberapa daerah tidak serta-merta menunjukkan terjadinya kekurangan stok BBM secara nasional.

Pemerintah juga terus melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai kebutuhan daerah.

Sebelumnya, Pertamina telah melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi antrean di Makassar, termasuk menambah pasokan dan mengoptimalkan operasional SPBU. Reuters melaporkan bahwa Pertamina juga meningkatkan ketersediaan BBM di Makassar setelah antrean kendaraan di sejumlah SPBU sempat mencapai lebih dari satu kilometer.

Antrean Mulai Terurai

Perkembangan terbaru menunjukkan kondisi antrean di Makassar mulai mengalami perbaikan.

Bahlil mengatakan persoalan tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menyatakan penanganan di lapangan terus dilakukan bersama Pertamina agar distribusi BBM dapat kembali berjalan normal.

☕ Dukung ASHA Publishing

Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.

Meski demikian, pemerintah masih menghadapi tantangan untuk memastikan distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran. Pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi, dugaan penyalahgunaan melalui kendaraan dengan tangki yang dimodifikasi, serta tingginya permintaan di sejumlah wilayah menjadi perhatian dalam evaluasi distribusi BBM.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah kini tidak hanya berfokus pada ketersediaan stok, tetapi juga pada pengaturan distribusi agar BBM subsidi dapat diterima masyarakat sesuai peruntukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 ASHA News by ASHA Publishing. All Rights Reserved.