Makassar – Pengeluaran untuk listrik dan air menjadi salah satu komponen terbesar dalam anggaran rumah tangga. Kenaikan tarif energi serta meningkatnya kebutuhan air bersih mendorong banyak keluarga mencari cara untuk menekan biaya bulanan tanpa mengurangi kenyamanan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penghematan tidak selalu memerlukan teknologi mahal. Perubahan kebiasaan sehari-hari, dipadukan dengan penggunaan peralatan yang lebih efisien, terbukti mampu menurunkan konsumsi listrik dan air secara signifikan.
Biasakan Mematikan Peralatan yang Tidak Digunakan
Kebiasaan membiarkan lampu, televisi, komputer, atau pengisi daya tetap menyala saat tidak digunakan menjadi salah satu penyebab pemborosan energi di rumah.
Kabalan (2012) dalam penelitiannya yang diterbitkan di Advanced Materials Research menjelaskan bahwa perilaku pengguna memiliki pengaruh besar terhadap konsumsi listrik rumah tangga. Mematikan peralatan elektronik ketika tidak digunakan, termasuk menghindari mode standby, merupakan langkah sederhana yang efektif meningkatkan efisiensi energi.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan kebiasaan sehari-hari dapat memberikan penghematan tanpa memerlukan biaya tambahan.
Gunakan Peralatan Berlabel Hemat Energi
Selain perilaku pengguna, jenis peralatan yang digunakan juga menentukan besarnya konsumsi listrik.
Penelitian Quadros Flores (2006) yang dipublikasikan dalam Renewable Energy and Power Quality Journal menemukan bahwa penggunaan peralatan rumah tangga yang hemat energi mampu menurunkan konsumsi listrik secara signifikan. Lampu LED, lemari es, mesin cuci, dan pendingin ruangan dengan tingkat efisiensi energi yang lebih baik membutuhkan daya lebih rendah dibandingkan perangkat berteknologi lama.
Meskipun investasi awal relatif lebih besar, penggunaan peralatan hemat energi dinilai mampu mengurangi pengeluaran listrik dalam jangka panjang.
Atur Penggunaan Pendingin Ruangan dan Pemanas Air
Peralatan yang menghasilkan panas maupun dingin merupakan penyumbang konsumsi listrik terbesar di sebagian besar rumah.
Menurut Ritchie, Engelbrecht, dan Booysen (2021) dalam jurnal Energies, pengaturan suhu yang tepat pada sistem pemanas air maupun pendingin ruangan dapat mengurangi penggunaan energi secara signifikan tanpa mengurangi kenyamanan penghuni rumah.
Membersihkan filter AC secara berkala dan menggunakan pemanas air hanya saat diperlukan juga membantu meningkatkan efisiensi penggunaan listrik.
Pantau Konsumsi Listrik Secara Berkala
Memahami pola penggunaan listrik merupakan langkah penting dalam mengendalikan pengeluaran.
Mohammadmoradi dkk. (2016) dalam konferensi International Conference on Information Processing in Sensor Networks menjelaskan bahwa keterlibatan pengguna dalam memantau konsumsi energi mampu meningkatkan keberhasilan program penghematan listrik. Dengan mengetahui perangkat yang paling banyak menggunakan daya, penghuni rumah dapat mengatur penggunaan secara lebih bijaksana.
Segera Perbaiki Kebocoran Air
Selain listrik, pemborosan air juga sering terjadi akibat kebocoran kecil yang tidak segera diperbaiki.
Zipperlen (2008) dalam Water and Environment Magazine menjelaskan bahwa keran atau toilet yang bocor dapat menyebabkan kehilangan air dalam jumlah besar sepanjang tahun. Karena itu, pemeriksaan rutin terhadap instalasi air menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat menekan tagihan air.
Kurangi Durasi Mandi
Mengurangi waktu mandi memberikan manfaat ganda karena mampu menghemat air sekaligus energi.
Menurut Maas (2010) dalam Alternatives Journal, penggunaan shower yang lebih singkat dapat mengurangi konsumsi air bersih sekaligus energi yang diperlukan untuk memanaskan air. Dengan demikian, satu perubahan kebiasaan mampu menurunkan dua jenis pengeluaran rumah tangga sekaligus.
Gunakan Perlengkapan Hemat Air
Berbagai penelitian juga merekomendasikan penggunaan perangkat hemat air di rumah.
Banse, Martin, dan Zimmerman (2008) dalam Consulting-Specifying Engineer menjelaskan bahwa shower beraliran rendah (low-flow showerhead), keran dengan pembatas debit air, serta toilet dengan sistem dual flush mampu mengurangi konsumsi air tanpa mengurangi kenyamanan pengguna.
Penggunaan perangkat tersebut menjadi salah satu investasi yang dapat memberikan penghematan dalam jangka panjang.
Manfaatkan Air Hujan dan Air Daur Ulang
Untuk rumah yang memiliki lahan memadai, air hujan dapat dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif.
Penelitian Muthukumaran, Baskaran, dan Sexton (2011) yang diterbitkan dalam Resources, Conservation and Recycling menunjukkan bahwa pemanfaatan air hujan dan penggunaan kembali greywater untuk menyiram tanaman maupun menyiram toilet mampu mengurangi penggunaan air bersih secara signifikan.
Menghemat Air Berarti Menghemat Energi
Hubungan antara penggunaan air dan energi sering kali tidak disadari masyarakat.
Menurut Marmer (2018) dalam Energy Engineering, setiap liter air yang berhasil dihemat juga mengurangi energi yang dibutuhkan untuk memompa, mengolah, dan mendistribusikan air bersih. Temuan serupa juga disampaikan oleh Escriva-Bou, Lund, dan Pulido-Velazquez (2015) yang menunjukkan bahwa strategi konservasi air memberikan manfaat ganda berupa penghematan energi dan biaya rumah tangga.
Perubahan Kebiasaan Menjadi Kunci
☕ Dukung ASHA Publishing
Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.
Sejumlah penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan menghemat listrik dan air lebih banyak ditentukan oleh kebiasaan penghuni rumah dibandingkan teknologi semata. Mematikan peralatan yang tidak digunakan, memilih perangkat hemat energi, memperbaiki kebocoran air, menggunakan air secara bijak, serta melibatkan seluruh anggota keluarga dalam kebiasaan hemat energi merupakan langkah yang terbukti efektif menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Referensi
- Quadros Flores, A.M.L. (2006). Study of an Ordinary Home Electrical Consumption in Order to Make It More Energy-Efficient. Renewable Energy and Power Quality Journal.
- Banse, J.P., Martin, S., & Zimmerman, R. (2008). Not a Drop to Waste. Consulting-Specifying Engineer.
- Zipperlen, M. (2008). Smarter Homes. Water and Environment Magazine.
- Maas, C. (2010). Shower with a Friend. Alternatives Journal.
- Muthukumaran, S., Baskaran, K., & Sexton, N. (2011). Quantification of Potable Water Savings by Residential Water Conservation and Reuse. Resources, Conservation and Recycling.
- Kabalan, A. (2012). Consumers Energy Efficiency Practices. Advanced Materials Research.
- Marmer, D. (2018). Water Conservation Equals Energy Conservation. Energy Engineering.
