Sebuah video yang memperlihatkan dua orang diduga mahasiswa berada di dalam ruang kelas Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, menjadi perbincangan di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Menyusul viralnya rekaman tersebut, pihak kampus memastikan telah melakukan penanganan dan pemeriksaan secara internal.
Kepala Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol (PHMP) Universitas Airlangga, Pulung Siswantara, membenarkan adanya video yang beredar dan menyatakan bahwa kasus tersebut sedang ditangani sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan kampus.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di salah satu ruang kelas Gedung Kuliah Bersama (GKB) Universitas Airlangga di luar jam perkuliahan. Rekaman yang beredar memperlihatkan dua orang berada di dalam ruangan ketika tidak ada aktivitas belajar mengajar berlangsung.
Pihak universitas mengonfirmasi bahwa kedua individu yang terekam dalam video merupakan mahasiswa aktif Universitas Airlangga. Meski demikian, kampus menegaskan proses pendalaman masih berlangsung sehingga belum ada keputusan final terkait bentuk pelanggaran maupun sanksi yang akan dijatuhkan.
Saat ini, penanganan kasus dilakukan oleh Komisi Etik Universitas Airlangga untuk menelusuri fakta dan kronologi kejadian secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada pihak yang berada dalam video, tetapi juga terhadap proses perekaman hingga penyebaran rekaman tersebut ke ruang publik.
Universitas Airlangga menyatakan bahwa seluruh proses dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, perlindungan hak seluruh pihak yang terlibat, serta penegakan aturan dan etika yang berlaku di lingkungan akademik.
Pihak kampus juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan rekaman tersebut karena berpotensi menimbulkan dampak lebih luas terhadap privasi dan proses pemeriksaan yang sedang berjalan.
☕ Dukung ASHA Publishing
Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.
Hingga kini, belum ada keputusan resmi mengenai hasil pemeriksaan maupun sanksi yang akan diberikan. Universitas Airlangga menegaskan akan menyelesaikan kasus tersebut melalui mekanisme etik dan aturan internal kampus setelah seluruh proses investigasi selesai dilakukan.
