MELAKA, 22 September 2026 — Dewan Undangan Negeri (DUN) Melaka akan dibubarkan mulai Rabu, 23 September 2026, setelah Ketua Menteri Melaka Datuk Seri Ab Rauf Yusoh mengumumkan keputusan tersebut dalam sidang media di Kompleks Seri Negeri, Selasa (22/9).
Pembubaran tersebut dilakukan setelah mendapat perkenan Yang Dipertua Negeri Melaka, Tun Mohd Ali Mohd Rustam. Langkah ini membuka jalan bagi penyelenggaraan Pilihan Raya Negeri (PRN) Melaka ke-16.
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi selama beberapa pekan mengenai kapan DUN Melaka akan dibubarkan. Sebelumnya, Ab Rauf beberapa kali memberikan isyarat bahwa pembubaran akan dilakukan dalam waktu dekat, tetapi belum menetapkan tanggal secara terbuka.
Pembubaran Berlaku Mulai 23 September
Dalam pengumuman pada Selasa sore, Ab Rauf memastikan pembubaran DUN tidak berlaku pada hari pengumuman, melainkan efektif mulai 23 September 2026.
Menurut laporan Bernama, keputusan itu diambil setelah memperoleh persetujuan dari Yang Dipertua Negeri Melaka. Pembubaran DUN menjadi tahapan konstitusional yang diperlukan sebelum proses PRN dapat dilanjutkan.
Setelah DUN dibubarkan, proses selanjutnya berada dalam kewenangan Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR) Malaysia untuk menetapkan jadwal pemilihan, termasuk tahapan pencalonan dan hari pemungutan suara.
Dengan demikian, tanggal pembubaran belum berarti bahwa hari pencoblosan langsung ditetapkan pada hari yang sama. Penentuan jadwal resmi PRN akan mengikuti proses dan keputusan SPR.
DUN Melaka Memiliki 28 Kursi
DUN Melaka terdiri dari 28 kursi. Komposisi hasil PRN Melaka sebelumnya pada 2021 menunjukkan Barisan Nasional (BN) memperoleh 21 kursi, sementara Pakatan Harapan (PH) memperoleh lima kursi dan Perikatan Nasional (PN) dua kursi.
Komposisi tersebut menjadi salah satu konteks penting dalam menghadapi PRN ke-16 karena partai-partai politik kini kembali akan mempersiapkan strategi untuk memperebutkan kursi di masing-masing kawasan.
Sebelum pembubaran, Ab Rauf yang juga merupakan Pengerusi BN Melaka sebelumnya menyatakan bahwa BN akan mempertahankan 21 kursi yang dimenanginya pada PRN sebelumnya. Pernyataan tersebut merupakan posisi politik BN dalam menghadapi pemilihan mendatang, bukan hasil dari pemilu yang baru berlangsung.
Spekulasi Pembubaran Sempat Menguat
Pembubaran DUN Melaka telah menjadi topik yang diperbincangkan dalam beberapa pekan terakhir.
Pada 17 September 2026, Ab Rauf masih menyatakan bahwa tanggal pembubaran belum ditetapkan. Saat itu, ia mengatakan masih terdapat sejumlah urusan pemerintahan negeri yang perlu diselesaikan sebelum DUN dibubarkan.
Sehari sebelum pengumuman resmi, spekulasi kembali menguat setelah rapat Majelis Eksekutif Negeri yang biasanya berlangsung pada Rabu dimajukan menjadi Selasa.
Bernama melaporkan Ab Rauf memimpin rapat tersebut sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Setelah itu, pemerintah negeri menjadwalkan konferensi pers di Kompleks Seri Negeri.
Perkembangan tersebut kemudian terjawab setelah Ab Rauf secara resmi mengumumkan bahwa DUN akan dibubarkan pada 23 September.
Jalan Menuju PRN Melaka ke-16 Terbuka
Pembubaran DUN merupakan tahapan penting untuk membuka proses menuju PRN Melaka ke-16.
Setelah pembubaran berlaku, perhatian akan beralih kepada SPR Malaysia. Lembaga penyelenggara pemilu tersebut akan menentukan tahapan resmi pemilihan, termasuk tanggal penamaan calon, masa kampanye, serta hari pemungutan suara.
Karena tanggal-tanggal tersebut belum ditetapkan dalam pengumuman pembubaran DUN, masyarakat masih perlu menunggu pengumuman resmi SPR untuk mengetahui keseluruhan jadwal PRN.
Kondisi ini juga membuat partai-partai politik harus segera menyesuaikan agenda internal mereka dengan jadwal yang akan ditetapkan penyelenggara pemilu.
Masa Pemerintahan Berakhir Lebih Awal
Dari sisi waktu, pembubaran DUN dilakukan sebelum berakhirnya masa pemerintahan negeri secara normal.
Sebelumnya, masa mandat pemerintahan Melaka dijadwalkan berakhir pada akhir Desember 2026. Bernama mencatat mandat kerajaan negeri semasa dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2026.
Dengan keputusan pembubaran pada 23 September, proses politik untuk menentukan pemerintahan berikutnya dimulai beberapa bulan sebelum berakhirnya masa mandat tersebut.
Pembubaran lebih awal memberi ruang bagi proses pemilihan berlangsung sesuai mekanisme konstitusional dan aturan pemilu yang berlaku di Malaysia.
Pemerintah Negeri Sebelumnya Fokus pada Program Pembangunan
Sebelum memasuki tahapan pemilu, pemerintahan Melaka masih menjalankan sejumlah program pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Dalam laporan Bernama pada 20 September, misalnya, pemerintah negeri menyatakan bahwa program Wakil Rakyat Untuk Rakyat (WRUR) yang berlangsung di 28 DUN telah mencakup perbaikan 136 rumah dan pembangunan 77 rumah baru dengan total peruntukan lebih dari RM7,8 juta.
Selain itu, lebih dari 84 proyek juga dilaksanakan melalui peruntukan Pejabat Daerah dan Tanah Melaka dengan nilai bantuan sekitar RM4,2 juta. Program tersebut turut memberikan bantuan kepada sekitar 2.300 penerima melalui Jabatan Kebajikan Masyarakat.
Program-program tersebut merupakan bagian dari aktivitas pemerintahan sebelum DUN memasuki fase pembubaran.
Partai Politik Mulai Memasuki Fase Baru
Dengan pembubaran DUN, dinamika politik Melaka kini memasuki tahap yang berbeda. Partai-partai politik harus mempersiapkan calon, menentukan kawasan yang akan dipertandingkan, serta menyusun strategi kampanye sesuai dengan ketentuan SPR.
Sebelum DUN dibubarkan, Ab Rauf menyatakan BN akan menggunakan formula BN Plus dalam menghadapi PRN mendatang. Namun, ia sebelumnya juga mengatakan bahwa pembicaraan mengenai kerja sama dengan pihak lain akan dilakukan setelah DUN dibubarkan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa konfigurasi kerja sama politik masih menjadi bagian dari perkembangan menjelang PRN. Keputusan akhir mengenai calon dan bentuk kerja sama politik tetap akan berkembang sesuai proses internal masing-masing partai.
Masyarakat Menunggu Jadwal Resmi Pemilu
Bagi masyarakat Melaka, langkah berikutnya adalah menunggu pengumuman SPR mengenai jadwal resmi PRN ke-16.
Setelah pembubaran berlaku pada 23 September, tahapan pemilu akan berjalan sesuai aturan yang ditetapkan oleh penyelenggara. Informasi mengenai penamaan calon, daftar pemilih, masa kampanye dan hari pemungutan suara akan menjadi perhatian publik dalam beberapa hari berikutnya.
Dengan demikian, 22 September 2026 menjadi hari pengumuman politik penting bagi Melaka, sementara 23 September menjadi tanggal efektif pembubaran DUN.
Pembubaran tersebut tidak dengan sendirinya menentukan hasil PRN. Hasil akhir akan ditentukan melalui proses pemilihan yang berlangsung setelah seluruh tahapan resmi ditetapkan dan dijalankan.




