MAKASSAR, 30 Oktober 2026 — Komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas akademik kembali dibuktikan oleh Suprianto, S.Sos., M.Pd., Wakil Rektor I Institut Teknologi dan Bisnis Maritim (ITBM) Balik Diwa. Di tengah tanggung jawabnya sebagai salah satu pimpinan perguruan tinggi, Suprianto berhasil menorehkan capaian akademik membanggakan dengan menerbitkan artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q1. Prestasi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya hingga memperoleh kesempatan mengikuti Ujian Tertutup Tanpa Promosi Doktor pada Program Doktor (S3) Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H), Universitas Negeri Makassar (UNM).

Ujian Tertutup Tanpa Promosi Doktor tersebut berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 14.00–16.00 WITA, bertempat di Ruang BA 201 Lantai 2 FIS-H UNM, Makassar. Pelaksanaan ujian ini menjadi salah satu tahapan penting dalam penyelesaian pendidikan doktoral sekaligus momentum yang menandai capaian akademik promovendus dalam mengembangkan penelitian dan menghasilkan publikasi ilmiah pada tingkat internasional.

Keberhasilan Suprianto menerbitkan artikel pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q1 menjadi salah satu dasar penting dalam pelaksanaan ujian tertutup tanpa promosi tersebut. Capaian ini menunjukkan komitmen promovendus untuk tidak hanya menyelesaikan pendidikan doktoral, tetapi juga menghasilkan karya ilmiah yang dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan memperluas diskursus akademik di tingkat internasional.

Prestasi ini semakin bermakna mengingat Suprianto juga mengemban amanah sebagai Wakil Rektor I ITBM Balik Diwa. Peran tersebut menuntut tanggung jawab dalam mendukung pengembangan akademik dan peningkatan mutu pendidikan tinggi. Di tengah tanggung jawab kelembagaan tersebut, Suprianto tetap menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kapasitas intelektual, memperdalam keilmuan, serta menghasilkan karya penelitian yang memiliki nilai akademik.

Pencapaian ini menjadi gambaran bahwa jabatan kepemimpinan di perguruan tinggi tidak menghalangi seseorang untuk terus mengembangkan diri melalui pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah. Sebaliknya, pengalaman akademik dan produktivitas penelitian dapat menjadi modal penting dalam memperkuat kualitas kepemimpinan serta pengembangan institusi pendidikan tinggi.

Publikasi Scopus Q1 Menjadi Kebanggaan dan Capaian Akademik

Salah satu hal yang menonjol dalam perjalanan akademik Suprianto adalah keberhasilannya menerbitkan artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q1. Publikasi pada kategori kuartil pertama tersebut merupakan capaian akademik yang membanggakan karena jurnal dalam kelompok Q1 berada pada peringkat tertinggi dalam kategori bidang keilmuannya berdasarkan pemeringkatan Scopus.

Proses penerbitan artikel pada jurnal internasional bereputasi membutuhkan kesungguhan dan konsistensi dalam melakukan penelitian. Kualitas sebuah artikel ilmiah tidak hanya ditentukan oleh topik yang diangkat, tetapi juga oleh kebaruan penelitian, kekuatan landasan teoretis, ketepatan metodologi, kedalaman analisis, serta kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Keberhasilan menembus jurnal bereputasi internasional menunjukkan bahwa hasil pemikiran dan penelitian seorang akademisi memiliki kesempatan untuk dibaca, dikaji, dan menjadi bagian dari perkembangan diskusi ilmiah yang lebih luas. Hal ini sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun budaya penelitian yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan.

Bagi seorang mahasiswa doktoral, publikasi ilmiah memiliki makna lebih dari sekadar pemenuhan persyaratan akademik. Publikasi merupakan bentuk pertanggungjawaban intelektual atas proses penelitian yang dilakukan. Melalui publikasi, hasil pemikiran dan temuan penelitian dapat disebarluaskan kepada komunitas ilmiah sehingga berpotensi menjadi rujukan bagi penelitian berikutnya.

Capaian Suprianto tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para dosen, peneliti, dan mahasiswa, khususnya di lingkungan ITBM Balik Diwa, untuk terus meningkatkan produktivitas penelitian dan memperluas publikasi ilmiah pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi.

Meneliti Collaborative Governance untuk Memperkuat Tata Kelola BUMDes

Dalam penyelesaian pendidikan doktoralnya di UNM, Suprianto mengangkat disertasi berjudul “Collaborative Governance dalam Penguatan Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Bulukumba.”

Tema penelitian ini memiliki relevansi yang kuat dengan perkembangan kajian administrasi publik, khususnya mengenai tata kelola pemerintahan, penguatan kelembagaan ekonomi desa, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam pembangunan.

Badan Usaha Milik Desa merupakan salah satu instrumen kelembagaan yang memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Keberadaan BUMDes diharapkan mampu mengoptimalkan potensi dan sumber daya lokal, mengembangkan kegiatan usaha produktif, membuka peluang ekonomi, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Namun, pengelolaan BUMDes tidak hanya berkaitan dengan aktivitas bisnis dan pengelolaan keuangan. Keberhasilan kelembagaan tersebut juga sangat dipengaruhi oleh kualitas tata kelola organisasi, kapasitas sumber daya manusia, kepemimpinan, partisipasi masyarakat, transparansi, dan akuntabilitas.

Dalam praktiknya, penguatan BUMDes membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah desa tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pengelola BUMDes, masyarakat, lembaga terkait, serta mitra yang memiliki kepentingan terhadap pengembangan ekonomi desa. Oleh karena itu, pendekatan collaborative governance menjadi perspektif penting untuk memahami bagaimana kerja sama antarpemangku kepentingan dapat dibangun dan dikelola secara efektif.

Melalui penelitian tersebut, Suprianto mengangkat persoalan tata kelola kolaboratif sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan BUMDes, khususnya dalam konteks Kabupaten Bulukumba. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik mengenai hubungan antara kolaborasi, kapasitas kelembagaan, dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Collaborative Governance sebagai Pendekatan dalam Pengembangan Administrasi Publik

Kajian collaborative governance semakin penting dalam perkembangan administrasi publik modern. Berbagai persoalan pembangunan tidak lagi dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan birokrasi yang bersifat hierarkis, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai aktor yang memiliki sumber daya, kapasitas, dan kepentingan berbeda.

Kolaborasi memungkinkan pemerintah, masyarakat, organisasi, dan pihak terkait lainnya membangun kesepahaman untuk mencapai tujuan bersama. Dalam proses tersebut, komunikasi, kepercayaan, komitmen, pembagian peran, serta tanggung jawab menjadi unsur penting yang menentukan keberhasilan kerja sama.

Dalam konteks pengelolaan BUMDes, tata kelola kolaboratif dapat menjadi pendekatan untuk memperkuat hubungan antara pemerintah desa, pengelola badan usaha, masyarakat, dan mitra lainnya. Hubungan tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung secara administratif, tetapi juga menghasilkan keterlibatan nyata dalam proses perencanaan, pengelolaan, pengawasan, dan pengembangan usaha.

Persoalan tata kelola BUMDes juga berkaitan dengan bagaimana potensi desa dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan. Karena itu, penelitian yang mengangkat tema ini memiliki relevansi dengan kebutuhan pembangunan desa serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.

Melalui kajian doktoralnya, Suprianto turut memberikan perhatian terhadap isu yang tidak hanya penting dalam pengembangan teori administrasi publik, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan pada tingkat lokal.

Wakil Rektor I ITBM Balik Diwa, Kepemimpinan yang Beriringan dengan Pengembangan Akademik

Sebagai Wakil Rektor I ITBM Balik Diwa, Suprianto memiliki tanggung jawab dalam mendukung pengembangan bidang akademik di lingkungan perguruan tinggi. Peran tersebut berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan, penguatan budaya akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan mutu institusi.

Di tengah tanggung jawab tersebut, keberhasilan menempuh pendidikan doktoral dan menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional menjadi capaian yang memiliki nilai tersendiri. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas akademik perlu terus dilakukan, termasuk oleh mereka yang telah mengemban tanggung jawab kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi.

Kepemimpinan akademik pada dasarnya tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan mengelola organisasi dan menjalankan kebijakan institusi, tetapi juga melalui keteladanan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Pimpinan perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi bagian dari penguatan budaya penelitian, mendorong produktivitas publikasi, serta menciptakan lingkungan akademik yang mendukung lahirnya karya-karya ilmiah berkualitas.

Dalam konteks tersebut, perjalanan akademik Suprianto menjadi gambaran bahwa tanggung jawab sebagai pimpinan perguruan tinggi dapat berjalan beriringan dengan upaya peningkatan kompetensi akademik dan pengembangan kapasitas penelitian.

Capaian ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi sivitas akademika ITBM Balik Diwa untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat tradisi penelitian, serta menghasilkan publikasi yang mampu memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan.

Ujian Tertutup Tanpa Promosi sebagai Tahapan Penting Pendidikan Doktoral

Pelaksanaan Ujian Tertutup Tanpa Promosi Doktor Suprianto merupakan bagian dari proses akademik Program Doktor Ilmu Administrasi Publik FIS-H UNM. Penetapan tim penguji dilakukan melalui Keputusan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar Nomor 1100/DST/UN36.6/HK/2026 tentang Penetapan Tim Penguji Ujian Tertutup Tanpa Promosi Doktor Tahun Akademik 2026/2027.

Tahapan ujian ini menjadi forum akademik untuk mengevaluasi dan menguji kualitas disertasi yang telah disusun oleh promovendus. Dalam proses tersebut, penguasaan terhadap substansi penelitian, ketepatan penggunaan teori, metodologi, kemampuan menganalisis data, serta kontribusi hasil penelitian menjadi bagian penting dari pertanggungjawaban ilmiah.

Sebagai jenjang pendidikan tertinggi dalam pendidikan akademik, program doktor menuntut mahasiswa memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, dan sistematis dalam mengembangkan pengetahuan. Seorang promovendus tidak hanya dituntut memahami teori yang telah berkembang, tetapi juga mampu menghasilkan pemikiran dan penelitian yang memberikan kontribusi terhadap disiplin ilmu yang ditekuni.

Karena itu, pelaksanaan ujian tertutup tanpa promosi menjadi tahapan penting untuk memastikan bahwa disertasi yang dihasilkan telah melalui proses evaluasi akademik sesuai ketentuan yang berlaku.

Capaian publikasi pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q1 menjadi bagian penting dari perjalanan akademik Suprianto dan memperlihatkan komitmennya dalam memenuhi tuntutan pengembangan penelitian serta publikasi ilmiah pada jenjang doktoral.

Tim Penguji Melibatkan Akademisi dan Penguji Eksternal

Berdasarkan undangan resmi dan keputusan Dekan FIS-H UNM, pelaksanaan ujian melibatkan sejumlah akademisi yang memiliki tanggung jawab dalam melakukan evaluasi terhadap disertasi promovendus.

Tim penguji diketuai oleh Dr. Supriadi Torro, S.Pd., M.Si., selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM. Selanjutnya, Prof. Dr. Andi Kasmawati, M.Hum. bertindak sebagai Koordinator Program Studi sekaligus penguji, sedangkan Prof. Dr. Hasniati, S.Sos., M.Si. ditetapkan sebagai penguji eksternal.

Tim promotor terdiri atas Prof. Dr. Andi Cudai Nur, M.Si. sebagai promotor dan Dr. Sirajuddin Saleh, S.Pd., M.Pd. sebagai kopromotor. Sementara itu, penguji internal terdiri atas Prof. Dr. Andi Aslinda, M.Si.; Prof. Dr. Risma Niswaty, S.S., M.Si.; Dr. Muh. Darwis, S.Pd., M.Pd.; serta Dr. A. Octamaya Tenri Awaru, S.Pd., M.Pd.

Keterlibatan tim penguji tersebut merupakan bagian dari mekanisme penjaminan mutu akademik dalam pendidikan doktoral. Melalui proses pengujian, disertasi dievaluasi dari berbagai perspektif keilmuan sehingga kualitas argumentasi, ketepatan analisis, dan kontribusi penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Keberadaan penguji eksternal juga memberikan perspektif akademik dari luar tim pembimbing internal. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga objektivitas dan kualitas proses evaluasi penelitian doktoral.

Menjadi Inspirasi bagi Penguatan Budaya Riset ITBM Balik Diwa

Keberhasilan Suprianto menerbitkan artikel pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q1 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan budaya akademik di lingkungan ITBM Balik Diwa.

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk terus memperkuat pelaksanaan tridarma, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah menjadi salah satu aspek penting dalam membangun reputasi dan daya saing institusi pendidikan tinggi.

Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan komitmen bersama dari pimpinan perguruan tinggi, dosen, peneliti, dan seluruh sivitas akademika. Penguatan kompetensi penelitian, kolaborasi antarakademisi, pengembangan jejaring ilmiah, serta peningkatan kemampuan publikasi perlu terus menjadi perhatian.

Pengalaman akademik Suprianto diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi dosen dan peneliti di ITBM Balik Diwa untuk semakin aktif menghasilkan karya ilmiah. Publikasi pada jurnal bereputasi tidak hanya menjadi capaian individual, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan reputasi akademik institusi.

Selain itu, penelitian yang dilakukan diharapkan mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat dan menghasilkan pemikiran yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan kebijakan maupun praktik penyelenggaraan pemerintahan.

Momentum Membawa Kontribusi Akademik ke Tingkat Lebih Luas

Pelaksanaan Ujian Tertutup Tanpa Promosi Doktor Suprianto pada 30 Oktober 2026 menjadi momentum penting dalam perjalanan akademiknya. Capaian publikasi pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q1, disertasi mengenai collaborative governance dalam penguatan tata kelola BUMDes di Kabupaten Bulukumba, serta tanggung jawabnya sebagai Wakil Rektor I ITBM Balik Diwa menjadi rangkaian pencapaian yang memperlihatkan komitmennya terhadap pengembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas akademik membutuhkan proses panjang, konsistensi, dan komitmen untuk terus belajar. Pendidikan doktoral bukan sekadar upaya memperoleh gelar akademik, melainkan proses membangun kemampuan menghasilkan penelitian yang berkualitas, mengembangkan pemikiran kritis, dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Keberhasilan publikasi pada jurnal internasional bereputasi juga diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperluas kontribusi akademik, baik melalui penelitian, publikasi, maupun pengembangan institusi pendidikan tinggi.

Bagi ITBM Balik Diwa, capaian ini menjadi momentum positif untuk terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat budaya akademik yang berorientasi pada penelitian serta publikasi ilmiah. Sementara bagi lingkungan akademik UNM, perjalanan promovendus menjadi bagian dari dinamika pengembangan ilmu administrasi publik melalui penelitian yang mengangkat persoalan tata kelola dan pembangunan desa.

Pada akhirnya, capaian akademik tidak hanya diukur dari keberhasilan menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan institusi, dan kehidupan masyarakat.

Dengan capaian publikasi Scopus Q1 dan penelitian mengenai penguatan tata kelola BUMDes, Suprianto diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pengembangan administrasi publik serta menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.