Maros – 27 Oktober 2026, Sebanyak 75 mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Angkatan 2026, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H), Universitas Negeri Makassar (UNM), melaksanakan studi lapangan mata kuliah Sejarah Indonesia Masa Praaksara dan Hindu-Buddha di Archaeological Park Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Kegiatan ini didampingi oleh tiga dosen, yakni Dr. Patahuddin, M.Pd., Asmunandar, S.S., M.A., dan Rusmala Dewi Kabubu, M.Hum. Studi lapangan ini merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal dan mengamati secara langsung peninggalan sejarah dan arkeologi, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan manusia pada masa praaksara.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa menelusuri dua gua bersejarah, yaitu Leang Petta Kere dan Leang Pettae yang berada di kawasan Leang-Leang. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung mengenai tinggalan arkeologis yang menjadi bukti penting kehidupan manusia pada masa lampau. Pengamatan di lokasi juga membantu mahasiswa menghubungkan materi perkuliahan dengan bukti-bukti sejarah yang dijumpai di lapangan.

Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti rangkaian studi lapangan dengan penuh semangat dan menunjukkan ketertarikan terhadap peninggalan sejarah serta lingkungan arkeologis yang dikunjungi. Kegiatan ini sekaligus memberikan suasana pembelajaran yang berbeda dari perkuliahan di dalam kelas.

Salah seorang mahasiswa mengungkapkan kesan positifnya terhadap pengalaman tersebut. “Sangat seru berada di Prodi Pendidikan Sejarah, karena ada studi lapangannya. Kami bisa belajar langsung di lokasi bersejarah, melihat peninggalan masa lampau, dan merasakan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya di dalam kelas,” ungkapnya. Bagi mahasiswa Angkatan 2026, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama dan berharga untuk mengenal lebih dekat dunia pendidikan sejarah. Selain menambah wawasan, studi lapangan juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membangun kebersamaan, berdiskusi, serta menumbuhkan ketertarikan terhadap kajian sejarah dan pelestarian warisan budaya.

Dosen pendamping, Rusmala Dewi Kabubu, M.Hum menilai bahwa studi lapangan merupakan bagian penting dalam pembelajaran sejarah. Mahasiswa tidak cukup hanya memahami sejarah melalui buku dan penjelasan di ruang kelas, tetapi juga perlu berinteraksi langsung dengan sumber-sumber sejarah untuk memperoleh pemahaman yang lebih konkret. Kunjungan ke kawasan Leang-Leang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengamati tinggalan arkeologis sekaligus memahami pentingnya bukti material dalam merekonstruksi kehidupan manusia pada masa lampau.

Dosen pendamping juga berharap agar mahasiswa dapat memanfaatkan pengalaman ini untuk memperkuat pemahaman terhadap materi perkuliahan, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian situs sejarah dan budaya. Mahasiswa diharapkan senantiasa memiliki rasa ingin tahu, aktif bertanya, dan terus belajar melalui berbagai sumber. Sejarah bukan sekadar rangkaian peristiwa masa lalu yang dihafalkan, melainkan ilmu yang dikaji melalui bukti, pengamatan, dan interpretasi yang bertanggung jawab.

Melalui kegiatan pembelajaran lapangan seperti ini, Program Studi Pendidikan Sejarah FIS-H UNM terus mendorong proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman teori, tetapi juga memberikan pengalaman empiris melalui pengamatan langsung terhadap peninggalan sejarah dan budaya. Pengalaman di Leang-Leang diharapkan semakin memotivasi mahasiswa untuk mendalami ilmu sejarah sekaligus berkontribusi dalam pelestarian warisan sejarah Indonesia.