Ayah Bakar Ijazah Anak karena Hamil di Usia Sekolah

Sebuah video yang memperlihatkan tumpukan dokumen pendidikan terbakar menjadi perbincangan luas di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah dokumen yang diduga berupa ijazah, rapor, dan perlengkapan sekolah dibakar oleh seorang pria yang disebut sebagai ayah dari pemilik dokumen tersebut.

Berdasarkan narasi yang beredar di media sosial, peristiwa itu disebut terjadi di wilayah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Aksi tersebut diduga dipicu kekecewaan orang tua setelah mengetahui anak perempuannya yang masih berstatus pelajar hamil dan kemudian menikah di usia muda.

Video yang memperlihatkan kobaran api melahap dokumen pendidikan itu dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial. Sejumlah akun membagikan ulang rekaman tersebut sehingga memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat.

Dalam tayangan yang beredar, terlihat beberapa dokumen pendidikan dan atribut sekolah berada di sekitar lokasi pembakaran. Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi yang dapat mengonfirmasi secara lengkap kronologi maupun identitas pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Perhatian publik justru banyak tertuju pada respons warganet yang membanjiri kolom komentar. Sebagian besar menyatakan simpati kepada sang ayah dan menilai tindakan tersebut lahir dari kekecewaan yang mendalam.

“Yang sabar pak, memang menghadapi anak zaman sekarang harus kuat mental,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Komentar lain menyebut bahwa tekanan emosional yang dirasakan orang tua dalam situasi seperti itu tidak mudah dipahami oleh orang lain. Sejumlah pengguna bahkan meminta publik untuk tidak terburu-buru menghakimi sang ayah.

“Boleh kecewa, amat sangat boleh. Cuma bapak harus berpikir panjang,” tulis seorang warganet.

Ada pula yang menyampaikan dukungan moral dengan mendoakan agar keluarga tersebut tetap diberi kesehatan dan kekuatan menghadapi persoalan yang sedang terjadi.

Meski banyak yang bersimpati, tidak sedikit pula pengguna media sosial yang menyayangkan pembakaran dokumen pendidikan tersebut. Mereka menilai pendidikan tetap memiliki nilai penting bagi masa depan anak, terlepas dari persoalan yang tengah dihadapi keluarga.

Sebagian komentar juga menyoroti pentingnya peran lingkungan, pola pengasuhan, serta komunikasi dalam keluarga. Beberapa warganet mengingatkan bahwa pendidikan merupakan aset yang tetap dibutuhkan untuk menjalani kehidupan di masa mendatang.

Peristiwa viral ini pun memicu perdebatan di ruang digital. Di satu sisi, banyak yang memahami kekecewaan orang tua. Di sisi lain, muncul pandangan bahwa pelampiasan emosi dengan memusnahkan dokumen pendidikan bukanlah langkah yang tepat karena dapat berdampak pada masa depan anak.

☕ Dukung ASHA Publishing

Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.

Hingga kini, video tersebut masih menjadi bahan diskusi di media sosial dan memunculkan beragam sudut pandang mengenai hubungan orang tua dan anak, pendidikan, serta cara menghadapi persoalan keluarga yang kompleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2026 ASHA News by ASHA Publishing. All Rights Reserved.