Kebakaran Bromo Meluas, Lebih dari 170 Hektare Terbakar dan Kawasan Wisata Ditutup Total

Lumajang – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, terus meluas. Hingga Sabtu (8/8/2026), kebakaran dilaporkan telah menghanguskan lebih dari 170 hektare vegetasi pegunungan. Kondisi tersebut membuat pengelola menutup seluruh akses wisata Gunung Bromo.

Kobaran api kembali membesar sejak sekitar pukul 17.00 WIB. Angin kencang dan kondisi vegetasi yang kering membuat api cepat merambat ke sejumlah titik. Api dilaporkan bergerak menuju kawasan Bukit B-29 di Kabupaten Lumajang dan menimbulkan risiko bagi petugas yang melakukan pemadaman.

Tim gabungan berupaya memutus pergerakan api di jalur Jemplang. Saat angin sempat mereda, petugas memanfaatkan kondisi tersebut untuk bergerak maju dan membuat penyekatan agar api tidak menyeberang ke area lain.

Medan kebakaran berupa punggungan, lereng dan tebing curam menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Sejumlah titik api sulit dijangkau melalui jalur darat sehingga petugas melakukan penyekatan untuk mencegah kobaran meluas.

Kebakaran sebelumnya dilaporkan telah membakar sekitar 80 hektare kawasan, kemudian meluas hingga sekitar 120 hektare. Dalam perkembangan berikutnya, luas vegetasi yang terdampak dilaporkan mencapai sekitar 170 hingga 176 hektare.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyebut upaya pemadaman juga mendapat dukungan dari udara. Dua helikopter water bombing disiapkan untuk membantu menjangkau titik api yang sulit ditangani petugas dari darat.

Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan kebakaran terdiri atas petugas TNBTS, BPBD, TNI, Polri dan unsur lainnya. Pemadaman dilakukan bersamaan dengan pembuatan sekat untuk menahan pergerakan api menuju kawasan lain.

Informasi awal yang beredar menyebut titik api diduga berasal dari aktivitas manusia di jalur tradisional sekitar Blok Bantengan, Senduro, Kabupaten Lumajang. Dugaan tersebut masih bersifat awal. Penyebab pasti kebakaran memerlukan hasil pemeriksaan resmi pihak berwenang.

Besarnya kebakaran dan tiupan angin kencang turut menimbulkan kekhawatiran terhadap kawasan habitat satwa. Vegetasi yang mengering juga membuat api lebih mudah menjalar dan menyulitkan proses pengendalian.

Seluruh Akses Wisata Bromo Ditutup

Balai Besar TNBTS akhirnya mengambil langkah menutup total kawasan wisata Gunung Bromo mulai Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB. Penutupan dilakukan untuk mendukung operasi pemadaman sekaligus melindungi keselamatan wisatawan.

Penutupan mencakup seluruh pintu masuk kawasan wisata Gunung Bromo, termasuk akses dari Wonokitri, Jemplang, Coban Trisula dan Senduro. Belum ada kepastian kapan kawasan wisata tersebut akan kembali dibuka.

Wisatawan yang telah memiliki tiket diminta mengikuti informasi dari pengelola terkait perubahan jadwal maupun mekanisme pengembalian dana sesuai ketentuan yang berlaku.

Kondisi di lapangan masih menjadi perhatian karena angin dapat kembali mempercepat penyebaran api. Petugas memprioritaskan pemadaman pada titik aktif dan mencegah api menjalar ke kawasan yang belum terdampak.

☕ Dukung ASHA Publishing

Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.

Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendatangi kawasan yang ditutup serta menunggu informasi resmi dari Balai Besar TNBTS mengenai perkembangan pemadaman dan pembukaan kembali kawasan wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 ASHA News by ASHA Publishing. All Rights Reserved.