JENEPONTO – Kondisi ruas Jalan Ruku-ruku–Tanetea di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, menjadi sorotan publik setelah sejumlah bagian jalan dilaporkan mengalami kerusakan meski proyek peningkatan jalan tersebut baru rampung beberapa bulan lalu.
Proyek yang dibiayai melalui APBD Tahun Anggaran 2025 dengan nilai sekitar Rp11,4 miliar itu kini ramai diperbincangkan di media sosial. Warga mempertanyakan kualitas pekerjaan karena muncul retakan dan kerusakan di sejumlah titik.
Video yang beredar memperlihatkan dialog antara warga dengan pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jeneponto saat meninjau lokasi. Dalam video tersebut, Kepala Bidang Bina Marga menyampaikan pernyataan, “Kalau tidak mau tidak ada rusak, jangan dilewati,” yang kemudian menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Di sisi lain, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek menjelaskan bahwa kerusakan dini tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor struktur tanah. Menurut penjelasan yang disampaikan di lokasi, hasil kajian teknis menunjukkan terdapat sekitar 19 titik kerusakan dengan ukuran retakan yang bervariasi pada badan jalan.
☕ Dukung ASHA Publishing
Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.
Pemerintah daerah menyatakan akan melakukan kajian teknis lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kerusakan tersebut serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan agar kondisi jalan kembali memenuhi standar pelayanan.
Sementara itu, sejumlah warga berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut. Mereka meminta penyebab kerusakan dapat dijelaskan secara terbuka, termasuk apabila diperlukan audit terhadap proses pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.
