MAKASSAR, ASHA News – Rutinitas skincare kini menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Mulai dari membersihkan wajah, menggunakan serum, hingga mengaplikasikan pelembap dilakukan setiap hari demi menjaga kesehatan kulit. Sayangnya, tidak semua kebiasaan tersebut memberikan hasil yang diharapkan. Penggunaan produk yang kurang tepat atau dilakukan secara berlebihan justru dapat merusak skin barrier, lapisan pelindung alami kulit.
Skin barrier merupakan lapisan terluar kulit yang berfungsi menjaga kelembapan sekaligus melindungi kulit dari bakteri, polusi, alergen, dan zat kimia yang dapat memicu iritasi. Ketika lapisan ini terganggu, kulit menjadi lebih sensitif dan mudah mengalami berbagai masalah.
Kerusakan skin barrier umumnya ditandai dengan kulit yang terasa kering, tertarik setelah mencuci wajah, mudah memerah, perih saat menggunakan skincare, muncul rasa gatal, hingga jerawat yang lebih sulit mereda. Kondisi ini sering kali disalahartikan sebagai tanda bahwa kulit sedang beradaptasi dengan produk baru, padahal bisa jadi merupakan sinyal bahwa lapisan pelindung kulit sedang mengalami gangguan.
Salah satu penyebab yang paling sering terjadi adalah penggunaan produk pembersih yang terlalu keras. Penelitian berjudul “The Chemistry of Skin Cleansers: An Overview for Clinicians” yang diterbitkan dalam Seminars in Cutaneous Medicine and Surgery menjelaskan bahwa pembersih wajah yang mengandung surfaktan kuat dapat mengangkat minyak alami kulit secara berlebihan. Akibatnya, lapisan lipid yang berperan menjaga kelembapan kulit ikut berkurang sehingga fungsi skin barrier menjadi melemah.
Kebiasaan mencuci wajah terlalu sering juga dapat memberikan dampak serupa. Banyak orang beranggapan wajah akan semakin bersih jika dicuci berulang kali, terutama ketika kulit terasa berminyak. Padahal, mencuci wajah lebih dari kebutuhan dapat membuat kulit kehilangan minyak alaminya. Kondisi tersebut justru mendorong kulit memproduksi lebih banyak minyak sebagai mekanisme pertahanan, sehingga wajah dapat menjadi lebih berminyak sekaligus lebih sensitif.
Kesalahan lain yang banyak dilakukan adalah eksfoliasi secara berlebihan. Produk yang mengandung AHA, BHA, PHA maupun scrub memang bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati. Akan tetapi, jika digunakan terlalu sering, lapisan pelindung kulit dapat menipis. Penelitian “Skin Absorption Through a Compromised Skin Barrier” menunjukkan bahwa skin barrier yang mengalami kerusakan menjadi lebih mudah ditembus oleh zat-zat dari luar sehingga risiko iritasi juga meningkat.
Tidak sedikit pula orang yang tergoda menggunakan banyak bahan aktif sekaligus dalam satu rutinitas. Misalnya, retinol dipadukan dengan AHA atau BHA tanpa jeda penggunaan. Kombinasi tersebut memang dapat memberikan manfaat pada kondisi tertentu, tetapi penggunaan yang tidak tepat berpotensi membuat kulit terasa perih, mengelupas, bahkan mengalami iritasi.
Pemilihan produk yang tidak sesuai dengan jenis kulit juga menjadi faktor yang sering diabaikan. Kulit kering membutuhkan produk yang mampu mempertahankan kelembapan, sedangkan kulit berminyak tetap memerlukan pelembap agar keseimbangan kulit terjaga. Menggunakan produk yang tidak sesuai justru dapat memperburuk kondisi skin barrier.
Penelitian terbaru berjudul “Epidermal Barrier – Factors Affecting the Imbalance and Proper Functioning of the Skin” yang diterbitkan dalam Aesthetic Cosmetology and Medicine pada 2025 menjelaskan bahwa berbagai faktor, mulai dari penggunaan kosmetik yang tidak sesuai, paparan sinar ultraviolet, polusi, hingga kebiasaan perawatan kulit yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan skin barrier. Ketika lapisan pelindung kulit terganggu, kulit menjadi lebih rentan mengalami peradangan dan kehilangan kelembapan.
Selain itu, penggunaan kosmetik yang mengandung pewangi atau bahan iritan juga perlu diperhatikan. Dalam ulasan “Cosmetics and Skin Barrier Integrity”, para peneliti menjelaskan bahwa beberapa kandungan kosmetik dapat memicu iritasi pada kulit sensitif dan mengurangi kemampuan skin barrier dalam melindungi kulit dari paparan lingkungan.
Untuk menjaga skin barrier tetap sehat, para ahli umumnya menyarankan penggunaan pembersih wajah yang lembut, menghindari eksfoliasi berlebihan, menggunakan pelembap secara rutin, serta memilih produk sesuai jenis kulit. Kandungan seperti ceramide, niacinamide, glycerin, dan panthenol banyak direkomendasikan karena membantu menjaga sekaligus memperbaiki fungsi lapisan pelindung kulit.
Penggunaan sunscreen setiap pagi juga menjadi bagian penting dalam menjaga skin barrier. Paparan sinar ultraviolet yang terjadi setiap hari dapat mempercepat kerusakan lapisan pelindung kulit apabila tidak disertai perlindungan yang memadai.
☕ Dukung ASHA Publishing
Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.
Merawat kulit bukan berarti menggunakan semakin banyak produk. Rutinitas yang sederhana, konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan kulit justru lebih membantu menjaga skin barrier tetap sehat. Ketika lapisan pelindung kulit berfungsi dengan baik, kulit akan lebih mampu mempertahankan kelembapan dan terlindungi dari berbagai faktor yang dapat memicu masalah kulit.
