A.Bulqis Safirah, S.I.Kom.,M.I.Kom – Dosen Pendidikan Bahasa Mandarin UNM
Ketika mendengar istilah public speaking, banyak orang langsung membayangkan seseorang yang berdiri di atas panggung besar, berpidato di depan ratusan orang, atau mengikuti perlombaan pidato dan debat. Padahal, public speaking jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari daripada yang sering kita bayangkan.
Public speaking pada dasarnya adalah kemampuan menyampaikan ide, informasi, atau gagasan kepada orang lain secara jelas, terstruktur, dan meyakinkan. Karena itu, keterampilan ini tidak hanya dibutuhkan oleh pembawa acara, motivator, politisi, atau pembicara profesional. Setiap orang sebenarnya menggunakan public speaking dalam berbagai situasi kehidupan, termasuk mahasiswa.
Di lingkungan kampus, kemampuan public speaking memiliki peran yang sangat penting. Mahasiswa yang mampu menyampaikan pendapat dengan baik biasanya lebih aktif dalam proses pembelajaran. Mereka lebih percaya diri saat bertanya kepada dosen, menyampaikan pendapat dalam diskusi kelas, maupun mempresentasikan hasil tugas kelompok.
Semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditempuh, semakin besar pula kebutuhan akan kemampuan komunikasi yang baik. Ketika memasuki tahap penyusunan proposal penelitian, seminar proposal, ujian hasil, hingga sidang skripsi, mahasiswa tidak hanya dinilai dari kualitas tulisan yang dibuat, tetapi juga dari kemampuan menjelaskan isi penelitian tersebut kepada dosen penguji. Banyak mahasiswa sebenarnya telah melakukan penelitian yang baik, namun kesulitan menyampaikan gagasannya secara lisan sehingga pesan yang ingin disampaikan tidak tersampaikan secara maksimal.
Di dunia kerja, peran public speaking bahkan menjadi semakin luas. Saat melamar pekerjaan, proses wawancara atau interview pada dasarnya merupakan bentuk public speaking. Pelamar harus mampu memperkenalkan diri, menjelaskan pengalaman, menjawab pertanyaan dengan jelas, serta meyakinkan perusahaan bahwa dirinya layak diterima.
Begitu pula ketika seseorang telah bekerja. Kemampuan berbicara yang baik dibutuhkan saat memimpin rapat, melakukan presentasi proyek, menawarkan produk kepada klien, menyampaikan laporan kepada atasan, hingga membangun relasi dengan rekan kerja. Dalam banyak profesi, kemampuan komunikasi bahkan menjadi salah satu faktor yang membedakan individu yang berkembang cepat dengan mereka yang memiliki kemampuan teknis tinggi tetapi kesulitan menyampaikan ide.
Menariknya, public speaking juga sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini membantu seseorang menyampaikan pendapat tanpa menyinggung orang lain, menjelaskan sesuatu dengan lebih mudah dipahami, membangun hubungan sosial yang sehat, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam berbagai situasi.
Kabar baiknya, public speaking bukanlah bakat yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Keterampilan ini dapat dipelajari dan dilatih oleh siapa saja. Banyak orang menganggap bahwa menjadi pembicara yang baik berarti harus memiliki suara yang bagus atau mampu berbicara tanpa rasa gugup. Padahal, kemampuan public speaking yang baik justru berawal dari pemahaman terhadap materi yang akan disampaikan.
Seseorang tidak harus menghafal setiap kata dalam presentasinya. Yang lebih penting adalah memahami isi dan konteks materi. Ketika seseorang benar-benar menguasai topik yang dibahas, ia akan lebih mudah menjelaskan dengan bahasa yang natural dan percaya diri. Sebaliknya, orang yang hanya menghafal biasanya akan lebih mudah panik ketika lupa satu bagian tertentu.
Bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin meningkatkan kemampuan public speaking, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.
Pertama, biasakan untuk aktif berbicara dalam diskusi kelas. Tidak perlu langsung menyampaikan pendapat yang panjang. Mulailah dari bertanya atau memberikan tanggapan singkat.
Kedua, pahami materi sebelum melakukan presentasi. Fokuslah memahami ide utama daripada menghafal seluruh isi slide.
Ketiga, sering berlatih berbicara dengan suara keras. Latihan di depan cermin, merekam diri sendiri, atau berbicara di depan teman dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri.
Keempat, perbanyak membaca dan menambah wawasan. Semakin luas pengetahuan seseorang, semakin mudah ia menemukan ide dan menyusun argumen saat berbicara.
☕ Dukung ASHA Publishing
Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.
Kelima, jangan takut melakukan kesalahan. Hampir semua pembicara hebat pernah merasa gugup ketika pertama kali tampil di depan umum. Kemampuan mereka berkembang karena terus berlatih dan berani mencoba.
Pada akhirnya, public speaking bukan hanya tentang berbicara di depan banyak orang. Public speaking adalah kemampuan menyampaikan diri kepada dunia. Bagi mahasiswa, keterampilan ini bukan sekadar pelengkap selama kuliah, melainkan investasi jangka panjang yang akan sangat berguna saat memasuki dunia kerja dan kehidupan profesional. Karena sehebat apapun ide yang dimiliki seseorang, ide tersebut akan sulit memberikan dampak jika tidak dapat dikomunikasikan dengan baik kepada orang lain.
