MAKASSAR – Saat langit mendung, banyak orang merasa penggunaan sunscreen tidak lagi diperlukan. Matahari yang tertutup awan sering dianggap tidak lagi memancarkan sinar yang berbahaya bagi kulit. Anggapan tersebut ternyata tidak tepat. Radiasi ultraviolet (UV) tetap mencapai permukaan bumi meskipun sinar matahari tidak terlihat secara langsung.
Paparan sinar UV merupakan salah satu penyebab utama berbagai gangguan kulit. Dalam jangka pendek, kulit dapat mengalami kemerahan atau terbakar. Paparan yang terjadi terus-menerus juga mempercepat munculnya kerutan, flek hitam, hingga meningkatkan risiko kanker kulit. Kerusakan ini sering kali berlangsung perlahan sehingga tidak langsung disadari.
Penelitian berjudul “Radiance Distribution of Sky Erythema Ultraviolet Radiation and Sun Protection Factor of Parasol under Cloud Condition on Summer” yang diterbitkan dalam Journal of Environmental Engineering pada 2014 menunjukkan bahwa awan hanya mengurangi sebagian radiasi ultraviolet. Sebagian besar sinar UV masih dapat menembus lapisan awan dan mengenai permukaan kulit.
Inilah sebabnya seseorang tetap dapat mengalami kerusakan kulit saat beraktivitas di luar ruangan pada hari yang terlihat teduh. Banyak orang mengukur tingkat bahaya dari seberapa terang matahari terlihat, padahal ukuran yang lebih penting adalah besarnya radiasi UV yang diterima kulit.
Persepsi tersebut turut memengaruhi kebiasaan masyarakat. Penelitian “Application Habits and Practices of Regular Sunscreen Users in the United States: Results of an Online Survey” yang dipublikasikan dalam Food and Chemical Toxicology pada 2023 mencatat hanya sekitar 30 persen pengguna sunscreen yang tetap menggunakannya saat cuaca mendung. Sebagian besar responden memilih melewatkan penggunaan sunscreen karena merasa paparan sinar matahari tidak lagi berisiko.
Kondisi serupa juga ditemukan pada perlindungan kulit anak. Penelitian “Photoprotection among Young Children: Assessment of Mothers’ Awareness and Health Behaviours” yang diterbitkan pada 2022 melaporkan hanya 13,3 persen ibu yang tetap mengoleskan sunscreen kepada anak-anak ketika cuaca mendung. Rendahnya angka tersebut menunjukkan bahwa pemahaman mengenai paparan UV saat cuaca mendung masih terbatas.
Paparan radiasi ultraviolet tidak selalu menimbulkan dampak yang langsung terlihat. Kulit mungkin tidak terasa terbakar setelah beberapa menit berada di luar ruangan. Akan tetapi, akumulasi paparan yang terjadi setiap hari dapat merusak kolagen, memicu hiperpigmentasi, mengurangi elastisitas kulit, dan mempercepat proses penuaan. Efek inilah yang sering menjadi perhatian para dermatolog karena kerusakannya bersifat kumulatif.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa sunscreen merupakan salah satu bentuk perlindungan yang efektif apabila digunakan secara benar. Penelitian “Sunscreen Products: Issues in Terms of Efficiency” yang diterbitkan dalam Actualités Pharmaceutiques menjelaskan bahwa sunscreen membantu mengurangi dampak buruk radiasi UV dan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kanker kulit.
Rekomendasi penggunaan sunscreen pun terus berkembang. Saat ini banyak organisasi dermatologi menganjurkan penggunaan broad spectrum sunscreen dengan SPF minimal 30, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia. Sunscreen sebaiknya digunakan sekitar 15 hingga 30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan dan dioleskan kembali setiap dua jam apabila paparan sinar matahari masih berlangsung atau setelah berenang maupun berkeringat.
Perlindungan kulit akan lebih optimal jika penggunaan sunscreen disertai langkah lain, seperti memakai pakaian berlengan panjang, topi bertepi lebar, kacamata hitam, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika intensitas sinar matahari sedang tinggi.
Cuaca mendung tidak menghilangkan paparan radiasi ultraviolet. Selama masih ada cahaya siang, sinar UV tetap dapat mengenai kulit. Menggunakan sunscreen setiap hari menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan kulit dan mengurangi risiko kerusakan akibat paparan sinar matahari dalam jangka panjang.
Benarkah Sunscreen Tetap Wajib Digunakan Saat Cuaca Mendung? Ini Alasan Ilmiahnya
