Bocah 11 Tahun  Kemudikan Pikap, Tabrak Rombongan Biksu di Thailand

MUKDAHAN – Kecelakaan tragis terjadi di Provinsi Mukdahan, Thailand, pada Kamis (2/7), ketika sebuah mobil pikap yang diduga dikemudikan oleh bocah laki-laki berusia 11 tahun menabrak rombongan biksu Buddha yang sedang berjalan kaki dalam prosesi ziarah.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar di media sosial memperlihatkan rombongan biksu berjalan beriringan di sisi jalan sebelum sebuah mobil pikap melaju dan menghantam mereka dari arah belakang. Video tersebut kemudian viral dan menjadi sorotan media di berbagai negara.

Berdasarkan laporan sejumlah media internasional, rombongan tersebut terdiri atas sekitar 35 biksu dan lima pengikut awam yang tengah melakukan perjalanan ziarah dari satu kuil menuju kuil lainnya di Provinsi Mukdahan.

Akibat insiden tersebut, sedikitnya 10 biksu dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari 20 orang lainnya mengalami luka-luka. Beberapa korban sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Perbedaan jumlah korban yang sempat diberitakan oleh sejumlah media terjadi karena adanya pembaruan data dari pihak berwenang setelah beberapa korban meninggal saat menjalani perawatan.

Polisi Thailand masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Selain memeriksa kronologi kejadian, penyidik juga mendalami bagaimana seorang anak berusia 11 tahun dapat mengemudikan kendaraan tersebut serta kemungkinan adanya kelalaian dari orang tua atau pihak yang bertanggung jawab atas kendaraan.

☕ Dukung ASHA Publishing

Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.

Peristiwa ini memicu perhatian luas di media sosial. Banyak warganet menyampaikan belasungkawa kepada para korban sekaligus mempertanyakan pengawasan terhadap anak di bawah umur yang dapat mengakses kendaraan bermotor.

Kecelakaan tersebut menjadi salah satu insiden lalu lintas paling mematikan yang menimpa rombongan biksu di Thailand dalam beberapa tahun terakhir. Hingga kini, otoritas setempat masih mengumpulkan keterangan saksi serta memeriksa kendaraan yang terlibat untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 ASHA News by ASHA Publishing. All Rights Reserved.