Warga Jalan Sultan Abdullah I, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, digemparkan dengan penemuan jasad seorang siswi sekolah dasar berinisial NU (12), Rabu (27/5/2026) pagi. Korban ditemukan meninggal dunia di sebuah bangunan kosong yang telah lama tidak berpenghuni.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang masuk ke rumah terbengkalai tersebut saat waktu subuh. Penemuan itu langsung membuat warga sekitar berkumpul di lokasi sebelum akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Menurut keterangan keluarga, korban diketahui tidak pulang ke rumah sejak Selasa malam. Ayah korban, Syafiruddin (54), bersama warga sekitar sempat melakukan pencarian hingga dini hari, namun keberadaan korban belum ditemukan.
“Kami sebenarnya sempat melewati rumah kosong itu saat mencari, tetapi tidak menyangka korban berada di dalam,” ujar Syafiruddin.
Saat ditemukan, jasad korban berada di area bekas kamar mandi dan diduga sengaja disembunyikan. Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti di lokasi, termasuk televisi rusak yang berada di dekat tubuh korban.
Kapolsek Tallo AKP Asfada membenarkan adanya penemuan jasad anak perempuan tersebut. Aparat kepolisian bersama Tim Inafis Polrestabes Makassar dan Dokpol Polda Sulsel langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dalam penyelidikan yang berlangsung cepat, polisi akhirnya berhasil mengamankan seorang remaja berinisial IK (19) yang diduga sebagai pelaku. Pelaku diketahui merupakan tetangga korban dan ditangkap tidak jauh dari lokasi penemuan jasad.
Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengungkapkan, pelaku diduga lebih dulu meminta korban membeli makanan dan minuman sebelum melancarkan aksinya di rumah kosong tersebut.
Korban disebut sempat melakukan perlawanan saat dipaksa masuk ke dalam bangunan terbengkalai. Polisi menduga korban mengalami penganiayaan hingga tidak sadarkan diri sebelum akhirnya menjadi korban kekerasan seksual.
“Korban sempat melawan saat diseret masuk. Pelaku kemudian melakukan penganiayaan hingga korban kehilangan kesadaran,” ujar Arya.
Polisi juga mengungkap bahwa pelaku sempat berada di sekitar lokasi saat proses olah TKP berlangsung dan diduga mencoba mengalihkan perhatian warga agar aparat segera meninggalkan tempat kejadian.
Saat ini pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih menunggu hasil visum dan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban serta melengkapi proses penyidikan.
Kasus tragis tersebut menyita perhatian masyarakat luas karena terjadi di tengah suasana Hari Raya Iduladha.
