MAKASSAR – Osteoporosis sering dianggap sebagai penyakit yang hanya dialami lanjut usia. Padahal, upaya mencegah pengeroposan tulang sebaiknya dimulai sejak masih muda. Masa kanak-kanak hingga dewasa muda merupakan periode penting untuk membentuk massa tulang yang kuat sebagai bekal menghadapi proses penuaan.
Osteoporosis adalah kondisi ketika kepadatan tulang menurun sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Penyakit ini berkembang secara perlahan dan sering tidak menimbulkan gejala hingga terjadi patah tulang. Karena itu, menjaga kesehatan tulang sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko osteoporosis di kemudian hari.
Salah satu cara yang paling dianjurkan adalah memenuhi kebutuhan nutrisi yang mendukung pembentukan tulang. Kalsium merupakan mineral utama penyusun tulang, sedangkan vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dengan lebih baik. Selain itu, protein, magnesium, vitamin K, dan vitamin C juga berperan dalam menjaga kekuatan tulang.
Penelitian berjudul “Strategies for the Prevention of Osteoporosis in Young and Middle Aged Adults” oleh Hirota dan Hirota menjelaskan bahwa pencegahan osteoporosis perlu dimulai sejak usia muda melalui asupan kalsium dan vitamin D yang cukup, disertai pola hidup sehat. Peneliti menilai bahwa pembentukan massa tulang yang optimal pada usia muda menjadi salah satu faktor terpenting dalam menurunkan risiko osteoporosis pada usia lanjut.
Selain memperhatikan pola makan, aktivitas fisik juga memegang peranan besar dalam menjaga kepadatan tulang. Olahraga yang memberikan beban pada tulang, seperti berjalan kaki, jogging, naik turun tangga, latihan kekuatan, atau olahraga yang melibatkan gerakan melawan beban tubuh, dapat merangsang pembentukan jaringan tulang baru.
Hal tersebut didukung oleh penelitian “Role of Physical Activity in the Prevention of Osteoporosis” yang dilakukan oleh Siegrist. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin mampu meningkatkan kepadatan mineral tulang serta membantu mempertahankan kekuatan tulang dalam jangka panjang. Manfaatnya akan lebih optimal jika kebiasaan berolahraga dimulai sejak masa remaja atau dewasa muda.
Gaya hidup sehari-hari juga berpengaruh terhadap kesehatan tulang. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan diketahui dapat mempercepat penurunan massa tulang. Begitu pula dengan pola makan yang tidak seimbang atau diet ketat dalam waktu lama yang menyebabkan tubuh kekurangan zat gizi penting untuk pembentukan tulang.
Menjaga berat badan ideal juga penting. Berat badan yang terlalu rendah dapat meningkatkan risiko osteoporosis karena cadangan massa tulang cenderung lebih sedikit. Sebaliknya, menjaga berat badan dalam batas normal melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik dapat membantu mempertahankan kekuatan tulang.
Sayangnya, kesadaran masyarakat tentang kesehatan tulang masih tergolong rendah. Banyak orang baru memeriksakan kondisi tulang setelah mengalami keluhan atau bahkan patah tulang. Padahal, kebiasaan sederhana seperti rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, berjemur di bawah sinar matahari pagi secukupnya untuk membantu pembentukan vitamin D, serta menghindari rokok merupakan langkah yang dapat dilakukan sejak dini.
Bagi seseorang yang memiliki riwayat osteoporosis dalam keluarga atau memiliki faktor risiko tertentu, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi pilihan untuk mengetahui kondisi tulang lebih awal. Pemeriksaan kepadatan tulang juga dapat dilakukan sesuai anjuran dokter apabila diperlukan.
☕ Dukung ASHA Publishing
Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.
Menjaga kesehatan tulang bukan hanya penting untuk mencegah osteoporosis, tetapi juga mendukung kualitas hidup di masa depan. Tulang yang kuat memungkinkan seseorang tetap aktif, mandiri, dan terhindar dari risiko patah tulang yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari saat memasuki usia lanjut.
