Lagu “MBG (Mas Bahlil Ganteng)” tengah menjadi fenomena viral di berbagai platform media sosial. Lagu tersebut ramai digunakan dalam konten TikTok, Instagram, Facebook, hingga YouTube, bahkan telah merambah ke kehidupan sehari-hari masyarakat.
Tidak hanya viral di dunia maya, lagu ini juga kerap terdengar dinyanyikan secara langsung oleh berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja, mahasiswa, hingga orang dewasa ikut menyanyikan lagu yang dikenal dengan lirik sederhana, unik, dan mudah diingat tersebut.
Menariknya, lagu MBG tidak lahir dari industri musik profesional. Lagu ini justru berasal dari kumpulan komentar netizen yang beredar di media sosial. Berbagai pujian, candaan, permainan kata, hingga ungkapan khas warganet tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, kemudian dirangkai menjadi sebuah lagu yang akhirnya viral dan dikenal luas oleh masyarakat.
Berikut lirik dari lagu MBG: Mas Bahlil Ganteng
MBG
Mas Bahlil Ganteng
Buah apa yang paling manis?
Buahlil…
Tambah ganteng aja
My little bolu ketan
Ups Kanda suka
Dinda punya gaya
Sialan dia makin lucu guys
Kalau diperhatikan lama-lama
Mirip Zayn Malik
Ih, My Bahlil ganteng
Makin glowing aja nih
My koko, Bahlil kecintaanku
Mylittle cilok pentol kecap dinda
Maafkan dinda,
Dulu salah paham sama kanda
Apa itu harta, tahta, Baskara
Aku tim harta, tahta , Kakanda
Sah ya,
Benci dan cinta itu beda tipis
Keunikan inilah yang membuat MBG berbeda dari kebanyakan lagu viral lainnya. Dari sekadar komentar-komentar spontan di media sosial, lagu tersebut berkembang menjadi tren yang digunakan dalam berbagai video kreatif dan hiburan di internet.
Popularitas lagu MBG semakin meningkat setelah mendapat perhatian dari sejumlah tokoh nasional. Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, bahkan sempat mengunggah video yang menampilkan sekelompok anak muda menyanyikan lagu tersebut di depan kediamannya di Solo.
Dalam unggahannya, Jokowi mengaku sempat penasaran ketika mendengar keramaian di depan rumahnya. Namun setelah melihat lebih dekat, ia mendapati sejumlah anak muda tengah berjoget dan menyanyikan lagu “Mas Bahlil Ganteng”.
“Rupanya lagu Pak Bahlil sudah sampai ke halaman rumah. Awalnya saya kira ada apa di depan rumah saya di Gang Kutai Utara, Solo. Ternyata anak-anak muda lagi semangat joget sambil menyanyikan lagu Mas Bahlil Ganteng,” tulis Jokowi dalam unggahan media sosialnya.
Jokowi juga memberikan apresiasi terhadap kreativitas anak muda yang mampu menghadirkan hiburan melalui media sosial dengan cara yang unik dan mengundang perhatian publik.
Fenomena tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah presenter sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, turut menyinggung lagu MBG melalui akun media sosialnya saat menjalankan ibadah haji.
Dalam unggahan tersebut, Raffi menceritakan momen kebersamaannya dengan Bahlil Lahadalia. Ia mengaku sempat berbincang dan berbagi cerita dengan Bahlil di sela-sela perjalanan ibadah mereka.
Raffi kemudian menyampaikan pesan yang disebut berasal dari Bahlil terkait sosok pencipta lagu MBG yang hingga kini masih dicari.
“Untuk pencipta lagu MBG jangan lupaaa. Kakanda… Adinda… Kakanda… Adinda… tenang, masih dicari. Kata Kakanda Bahlil, insya Allah kalau ketemu akan diundang langsung dan mau dikasih apresiasi dari Kakanda,” tulis Raffi dalam unggahannya.
Unggahan tersebut langsung menarik perhatian warganet dan memunculkan berbagai komentar. Banyak pengguna media sosial berharap sosok pencipta lagu MBG dapat segera ditemukan sehingga mendapatkan apresiasi sebagaimana yang disampaikan Bahlil melalui Raffi Ahmad.
Meski awalnya hanya berupa candaan dan komentar di media sosial, lagu MBG kini telah menjelma menjadi salah satu fenomena budaya digital yang dikenal luas oleh masyarakat. Dari layar ponsel hingga ruang publik, lagu tersebut terus dinyanyikan dan digunakan dalam berbagai konten kreatif.
Fenomena MBG menjadi bukti bagaimana kreativitas netizen Indonesia mampu mengubah percakapan sederhana di media sosial menjadi karya yang viral, menghibur, dan bahkan mendapat perhatian dari tokoh-tokoh nasional.
