SELAYAR – Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, terus berlanjut. Tim SAR gabungan kembali menemukan lima korban dalam keadaan selamat, sementara puluhan penumpang lainnya masih dalam pencarian.
Berdasarkan data terbaru Basarnas Makassar, KM Nurul Salsa diketahui mengangkut 78 orang, terdiri atas penumpang dan awak kapal. Sebelumnya, jumlah penumpang sempat dilaporkan lebih sedikit, namun hasil verifikasi menunjukkan jumlah korban di atas kapal lebih banyak dari data awal.
Lima korban yang ditemukan selamat ditemukan mengapung di perairan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) sekitar Sabtu (18/7). Kelimanya ditemukan oleh KMN Sinar Matoanging 04 sebelum kemudian dievakuasi oleh tim SAR. Korban selamat tersebut masing-masing bernama Sitti Amang (55), Andi Samad (62), Asseng (23), Ardita (17), dan Diska (7).
Sebelumnya, tim SAR gabungan telah mengevakuasi puluhan korban selamat menggunakan KM Harapan Kita dan sejumlah kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian. Meski demikian, hingga hari ketiga operasi pencarian masih terdapat puluhan penumpang yang belum ditemukan sehingga pencarian terus dilakukan.
Untuk memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan, Basarnas mengerahkan KN SAR Pacitan dari Kendari menuju lokasi kejadian. Kapal berbahan aluminium sepanjang 59,8 meter tersebut membawa 28 personel serta berbagai peralatan pendukung operasi SAR, termasuk sea rider, sekoci, rubber boat, peralatan medis, perangkat evakuasi, dan perlengkapan komunikasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan KN SAR Pacitan diberangkatkan dalam rangka mendukung operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi. Kapal tersebut menempuh perjalanan sekitar 262 mil laut dengan estimasi waktu pelayaran sekitar 18 jam.
☕ Dukung ASHA Publishing
Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.
Sementara itu, Basarnas Makassar menegaskan proses pencarian masih dilakukan secara intensif dengan melibatkan Tim Rescue Basarnas, Pos SAR Selayar, TNI AL, Polairud, BPBD, Syahbandar, serta unsur SAR lainnya. Pendataan korban juga terus diperbarui seiring proses verifikasi identitas dan laporan dari keluarga korban.
