Mitos atau Fakta? Terong Disebut Bisa Menurunkan Vitalitas Pria

MAKASSAR – Anggapan bahwa terong dapat menurunkan vitalitas pria sudah lama beredar di masyarakat. Tidak sedikit pria yang memilih menghindari sayuran ini karena khawatir dapat memengaruhi gairah, kadar testosteron, atau bahkan kesuburan. Namun, benarkah anggapan tersebut didukung oleh bukti ilmiah?

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi terong dapat menurunkan vitalitas pria. Sebaliknya, hasil penelitian yang tersedia justru menunjukkan bahwa terong mengandung berbagai senyawa yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi.

Salah satu penelitian berjudul “The Antioxidant and Anti-Inflammatory Impacts of Purple and White Eggplants on Fertility and Expression of Fertility-Related Genes in Rats Treated With Aluminum Chloride” oleh Elmoslemany, Rehan, Safhi, dkk. meneliti pengaruh terong ungu dan terong putih terhadap tikus jantan yang mengalami gangguan reproduksi akibat paparan aluminium klorida.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemberian terong membantu meningkatkan kadar hormon reproduksi, seperti testosteron, luteinizing hormone (LH), dan follicle stimulating hormone (FSH). Selain itu, kualitas sperma juga mengalami perbaikan, disertai meningkatnya aktivitas antioksidan dan berkurangnya peradangan pada jaringan testis.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa dalam model penelitian hewan, terong tidak menurunkan fungsi reproduksi. Sebaliknya, terong justru memberikan efek perlindungan terhadap kerusakan yang dipicu oleh paparan zat beracun. Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa hasil penelitian pada hewan belum bisa disamakan sepenuhnya dengan kondisi pada manusia sehingga masih diperlukan penelitian klinis lebih lanjut.

Selain penelitian tersebut, kajian “Biochemical Composition of Eggplant Fruits: A Review” yang ditulis Sharma dan Kaushik menjelaskan bahwa terong mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid, senyawa fenolik, antosianin, vitamin, mineral, dan serat. Kandungan antioksidan tersebut berperan membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif yang diketahui menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi.

Para ahli menjelaskan bahwa vitalitas pria tidak ditentukan oleh satu jenis makanan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, kualitas tidur, stres, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, hingga penyakit seperti diabetes dan obesitas. Karena itu, menyimpulkan bahwa terong menjadi penyebab turunnya vitalitas pria tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Terong juga termasuk sayuran rendah kalori yang kaya serat sehingga baik dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Kandungan antioksidan di dalamnya bahkan dikaitkan dengan manfaat untuk menjaga kesehatan jantung, membantu mengontrol kadar gula darah, serta mengurangi stres oksidatif dalam tubuh.

☕ Dukung ASHA Publishing

Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.

Masyarakat sebaiknya lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi kesehatan yang beredar di media sosial maupun dari mulut ke mulut. Tidak semua anggapan yang telah lama dipercaya memiliki dasar ilmiah. Hingga saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa konsumsi terong dalam jumlah wajar dapat menurunkan vitalitas pria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 ASHA News by ASHA Publishing. All Rights Reserved.