“Saya Mohon Maaf”, Suara Ayah yang Menggema di Tengah Ramainya Kampus PNJ

Momen seorang ayah yang bersujud di hadapan ratusan mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menjadi sorotan publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Pria tersebut datang langsung ke kampus untuk menyampaikan permohonan maaf atas kasus yang melibatkan putranya dan sempat menghebohkan lingkungan akademik.

Kasus itu bermula dari beredarnya video yang memperlihatkan mahasiswa PNJ berinisial ARM (19) bersama seorang pria berinisial AW (20) di area selasar perpustakaan kampus. Dalam video yang viral di media sosial tersebut, keduanya terlihat berciuman sehingga memicu perhatian luas dari mahasiswa maupun masyarakat.

Rekaman yang beredar kemudian menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial. Banyak mahasiswa mempertanyakan tindakan tersebut karena terjadi di lingkungan kampus yang merupakan ruang publik dan area akademik.

Menindaklanjuti viralnya video tersebut, pihak kampus bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menggelar forum klarifikasi terbuka. Dalam forum itu terungkap bahwa ARM merupakan mahasiswa Program Studi Administrasi Niaga angkatan 2025, sedangkan AW bukan mahasiswa PNJ.

Saat memberikan keterangan, ARM mengaku mengenal AW melalui media sosial X. Menurut pengakuannya, keduanya baru saling mengenal sebelum akhirnya bertemu di kampus. ARM juga menyebut AW datang ke kampus untuk berkeliling dan melihat area kampus karena bukan mahasiswa PNJ.

Video lain yang beredar memperlihatkan kedua pria tersebut dimintai keterangan oleh sejumlah mahasiswa sebelum menjalani forum klarifikasi bersama pihak kampus. Dalam proses itu, AW mengakui dirinya bukan bagian dari civitas akademika PNJ.

Di tengah proses penanganan kasus tersebut, ayah ARM datang ke kampus untuk menemui mahasiswa dan pihak kampus. Dengan wajah menahan emosi, ia menyampaikan permohonan maaf atas tindakan anaknya yang telah menimbulkan kegaduhan serta mencoreng nama baik institusi pendidikan.

Momen yang paling menyita perhatian terjadi ketika sang ayah terlihat bersujud di hadapan mahasiswa. Tindakan itu dilakukan sebagai bentuk penyesalan dan tanggung jawab moral sebagai orang tua atas peristiwa yang menyeret nama keluarganya ke ruang publik.

Dalam sejumlah video yang beredar, suasana forum mendadak hening saat pria tersebut menyampaikan permohonan maaf. Banyak mahasiswa yang hadir tampak memperhatikan dengan serius, sementara sebagian lainnya merekam momen tersebut menggunakan telepon genggam.

Peristiwa itu kemudian memunculkan beragam reaksi di media sosial. Sebagian warganet mengecam tindakan yang dilakukan ARM, sementara yang lain menyoroti sosok sang ayah yang dinilai berani datang langsung ke kampus untuk meminta maaf di hadapan banyak orang.

Pihak PNJ menyatakan masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut sesuai aturan dan kode etik yang berlaku di lingkungan kampus. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar bagi kampus dalam menentukan langkah dan sanksi terhadap pihak yang terlibat.

Tindakan yang dilakukan ARM bersama AW menuai kecaman dari mahasiswa dan masyarakat. Perilaku yang terekam dalam video tersebut dinilai tidak sesuai dengan norma yang berlaku serta dianggap mencederai nilai-nilai yang dijunjung di lingkungan pendidikan. Reaksi publik pun bermunculan setelah rekaman itu tersebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2026 ASHA News by ASHA Publishing. All Rights Reserved.