Makassar – Sebanyak 150 guru dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi mengikuti Checkpoint Implementasi Project Based Learning (PjBL) Wardah Inspiring Teacher (WIT) Gen 8 yang diselenggarakan di Aula Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan kolaborasi bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek di sekolah masing-masing.
Mengusung tagline “Dari Kelas untuk Dampak Nyata,” Wardah Inspiring Teacher Gen 8 merupakan program kolaborasi ParagonCorp, Rumah Belajar WIT, dan Guru Belajar Foundation yang bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan berdampak bagi peserta didik.
Ketua Panitia Daerah (Panda) WIT Gen 8 Sulawesi Selatan, Marwan, S.Pd., menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti checkpoint merupakan guru-guru terpilih melalui proses seleksi berjenjang.
“Program Wardah Inspiring Teacher Gen 8 diawali oleh sekitar 25.000 guru pada tahap awal. Selanjutnya diseleksi menjadi 10.000 guru yang mengikuti tahap penjelajahan makna. Dari jumlah tersebut, 150 guru dari berbagai daerah di Sulawesi mengikuti Checkpoint Implementasi PjBL di Makassar. Kegiatan checkpoint ini dilaksanakan di enam wilayah Indonesia, dan Makassar menjadi salah satu kota penyelenggara.”
Kegiatan dibuka oleh Dr. Ayatullah Hidayat, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Bagian Umum Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi semangat para guru yang terus belajar dan berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Checkpoint Implementasi PjBL dirancang sebagai ruang belajar bersama yang berfokus pada proses, bukan hasil akhir proyek. Peserta berbagi perkembangan implementasi proyek di kelas, mendiskusikan tantangan yang dihadapi, serta memperoleh umpan balik konstruktif dari fasilitator dan rekan sejawat. Melalui diskusi kelompok kecil, para guru saling menginspirasi dan memperkaya strategi pembelajaran berbasis proyek.
Salah satu peserta, Sukaina, guru dari SDN Aroeppala Makassar, mengaku memperoleh banyak wawasan dari kegiatan tersebut.
“Checkpoint PjBL ini benar-benar menambah wawasan saya. Saya belajar banyak dari praktik baik guru-guru lain, berbagi tantangan, dan bersama-sama mencari solusinya. Saya jadi semakin yakin bahwa proyek yang kita buat harus bisa memberi dampak nyata bagi murid.”
Hal senada disampaikan Al Hamzir Aqbar dari UPT SPF SMP Negeri 40 Makassar yang mengangkat proyek “Green Constitution: Mengenal Kebijakan Lingkungan Sekolah Menuju Zero Waste.” Melalui proyek tersebut, peserta didik diajak menyusun aturan lingkungan sekolah secara bersama sehingga tumbuh rasa tanggung jawab terhadap budaya sekolah yang berkelanjutan.
“Tantangan tentu ada, mulai dari penyesuaian rencana proyek hingga perubahan jadwal pembelajaran. Namun, melalui diskusi bersama fasilitator dan guru-guru lain di checkpoint ini, saya memperoleh banyak masukan dan solusi untuk menyempurnakan proyek yang sedang berjalan.”
Bagi fasilitator, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi mampu memperkuat praktik pembelajaran. Musfirah Nurhaerah, Fasilitator Grup 21 WIT Gen 8, menilai antusiasme peserta menjadi kekuatan utama dalam kegiatan ini.
“Saya melihat langsung bagaimana peserta saling menginspirasi, berbagi tantangan, dan bersama-sama mencari solusi melalui PjBL. Suasananya hangat dan penuh semangat kolaborasi. Ini membuktikan bahwa perubahan dalam pendidikan dapat lahir dari ruang-ruang belajar seperti ini.”
Selain sesi checkpoint, peserta juga mengikuti paparan dari Emina, salah satu brand di bawah ParagonCorp, mengenai program Emina Goes to School. Program ini menghadirkan berbagai kegiatan edukatif di sekolah, seperti edukasi dasar perawatan kulit, seminar kesehatan mental, kelas kecantikan interaktif, hingga aktivitas kreatif yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang remaja.
☕ Dukung ASHA Publishing
Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.
Melalui Checkpoint Implementasi PjBL, Wardah Inspiring Teacher Gen 8 tidak hanya menjadi wadah berbagi praktik baik, tetapi juga memperkuat jejaring antarguru dari berbagai daerah. Diharapkan, semangat kolaborasi yang terbangun selama kegiatan dapat terus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan lingkungan sekolah.
Sejalan dengan tagline “Dari Kelas untuk Dampak Nyata,” Wardah Inspiring Teacher Gen 8 percaya bahwa perubahan besar dalam pendidikan berawal dari guru yang terus belajar, berbagi, dan berkolaborasi.
