JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah belum genap dua bulan memimpin lembaga tersebut. Keputusan tersebut diambil agar ia dapat memusatkan perhatian pada proses pengobatan penyakit jantung yang sedang dijalaninya.
Informasi pengunduran diri itu disampaikan langsung oleh Nanik melalui pernyataan yang kemudian dikutip sejumlah media pada Rabu (22/7). Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa kondisi kesehatan menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.
Nanik mengungkapkan bahwa dirinya telah menyampaikan surat pengunduran diri sekaligus permohonan maaf secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan rekomendasi tim medis, dirinya berencana melanjutkan pengobatan ke luar negeri untuk memperoleh penanganan lebih lanjut serta mendapatkan second opinion mengenai kondisi kesehatannya.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan gizi masyarakat. Ia menyatakan pengunduran dirinya semata didasarkan pada pertimbangan kesehatan, bukan karena persoalan lain.
Dalam keterangannya, Nanik juga menyebut Presiden Prabowo menerima keputusan tersebut dan tetap menginginkan dirinya berkontribusi dalam penguatan Badan Gizi Nasional. Salah satu bentuk kontribusi yang dipertimbangkan adalah melalui pembentukan Dewan Pengawas BGN, di mana Nanik diproyeksikan tetap memberikan masukan terkait arah kebijakan dan pengawasan lembaga.
Keputusan pengunduran diri tersebut memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik. Sejumlah warganet mengaitkannya dengan isu lain yang berkembang belakangan ini. Meski demikian, sejumlah pihak menegaskan bahwa alasan pengunduran diri Nanik murni berkaitan dengan kondisi kesehatannya.
Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menepis berbagai spekulasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pengunduran diri Nanik tidak berkaitan dengan dugaan persoalan hukum maupun dinamika internal lembaga, melainkan sepenuhnya karena alasan medis.
“Pengunduran diri Ibu Nanik murni disebabkan oleh kondisi kesehatan sehingga beliau perlu menjalani pengobatan secara intensif,” kata Bahtra dalam keterangannya kepada awak media.
BGN merupakan lembaga yang memiliki peran strategis dalam menjalankan berbagai program pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lembaga ini dibentuk untuk mengoordinasikan kebijakan nasional dalam peningkatan status gizi sekaligus memastikan pelaksanaan program berjalan secara efektif di seluruh Indonesia.
Belum genap dua bulan menjabat sejak dilantik pada awal Juni 2026, Nanik menghadapi tantangan besar dalam mengawal pelaksanaan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pengunduran dirinya membuat pemerintah harus segera menyiapkan kepemimpinan baru agar roda organisasi tetap berjalan optimal.
☕ Dukung ASHA Publishing
Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.
Sejumlah informasi yang beredar menyebut pemerintah telah menyiapkan figur pengganti untuk memimpin Badan Gizi Nasional. Proses transisi kepemimpinan diharapkan berlangsung cepat agar pelaksanaan berbagai program, terutama Program Makan Bergizi Gratis yang tengah diperluas ke berbagai daerah, tidak mengalami hambatan.
Sementara itu, perhatian publik kini juga tertuju pada kondisi kesehatan Nanik. Banyak pihak menyampaikan doa dan dukungan agar mantan Kepala BGN tersebut dapat menjalani proses pengobatan dengan lancar serta segera pulih.
