Wajah Ashanty Jadi Sorotan, Kenali Penyakit Autoimun yang Bisa Menyerang Usia Produktif


MAKASSAR – Penampilan penyanyi sekaligus pengusaha Ashanty kembali menjadi perhatian warganet setelah sebuah video yang memperlihatkan rutinitas perawatan wajahnya beredar di media sosial. Sejumlah pengguna media sosial menilai wajahnya tampak lebih tirus dibandingkan sebelumnya. Ashanty sendiri telah lama mengungkapkan bahwa dirinya hidup dengan penyakit autoimun. Kondisi tersebut membuat banyak orang kembali mencari tahu tentang penyakit yang sering kali tidak menunjukkan gejala yang sama pada setiap penderitanya.

Autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh keliru mengenali jaringan tubuh sendiri sebagai ancaman, lalu menyerangnya. Akibatnya, dapat terjadi peradangan yang memengaruhi berbagai organ, mulai dari kulit, sendi, tiroid, hingga organ dalam. Gejala yang muncul pun beragam, seperti mudah lelah, nyeri sendi, ruam, penurunan berat badan, hingga perubahan pada kondisi kulit atau wajah. Karena gejalanya tidak spesifik, penyakit ini sering terlambat terdiagnosis.

Penelitian berjudul “Autoimmune Diseases Among Children and Adolescents: From Symptoms to Laboratory Diagnosis” oleh Tozzoli dan Perini menjelaskan bahwa penyakit autoimun dapat muncul sejak usia muda dan memerlukan diagnosis yang cermat karena gejalanya sering menyerupai penyakit lain. Pemeriksaan laboratorium menjadi bagian penting untuk memastikan diagnosis sehingga penanganan dapat dilakukan lebih dini.

Penelitian lain, “Autoimmune Diseases in Women” oleh Perković, menunjukkan bahwa penyakit autoimun lebih banyak ditemukan pada perempuan dibandingkan laki-laki. Faktor genetik, hormon, serta respons sistem kekebalan tubuh diduga menjadi penyebab tingginya angka kejadian pada perempuan.

Meski demikian, perubahan penampilan seseorang tidak bisa langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa penyakit autoimun sedang kambuh atau memburuk. Kondisi tubuh, efek pengobatan, pola makan, aktivitas, hingga faktor lain juga dapat memengaruhi berat badan dan bentuk wajah. Penilaian medis tetap memerlukan pemeriksaan oleh dokter.

☕ Dukung ASHA Publishing

Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.

Hingga saat ini, sebagian besar penyakit autoimun memang belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Akan tetapi, gejalanya dapat dikendalikan melalui pengobatan, pola hidup sehat, istirahat yang cukup, serta pemeriksaan rutin sesuai anjuran dokter. Penanganan yang tepat dapat membantu penderita tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik.

Meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pengalaman Ashanty juga menjadi pengingat bahwa autoimun bukan penyakit yang hanya dialami oleh orang lanjut usia. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, termasuk mereka yang masih berada pada usia produktif. Mengenali gejala sejak dini dan tidak menunda pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 ASHA News by ASHA Publishing. All Rights Reserved.