MAKASSAR – Banyak orang pernah menahan buang air kecil karena sedang bekerja, mengikuti rapat, perjalanan jauh, atau sulit menemukan toilet yang bersih. Jika hanya sesekali, kebiasaan ini umumnya tidak menimbulkan masalah serius. Akan tetapi, bila dilakukan berulang kali dan menjadi kebiasaan, risikonya terhadap kesehatan saluran kemih akan semakin besar.
Saat kandung kemih mulai penuh, tubuh sebenarnya sudah memberikan sinyal bahwa urine perlu segera dikeluarkan. Menunda buang air kecil dalam waktu lama membuat urine tertahan di dalam kandung kemih lebih lama dari seharusnya. Kondisi ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi bakteri untuk berkembang biak, sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih (ISK).
ISK merupakan infeksi yang dapat menyerang bagian mana pun dari saluran kemih, mulai dari uretra, kandung kemih, ureter, hingga ginjal. Pada sebagian besar kasus, infeksi bermula di saluran kemih bagian bawah, terutama kandung kemih. Gejala yang sering muncul antara lain rasa nyeri atau perih saat buang air kecil, keinginan buang air kecil yang terus-menerus meskipun urine yang keluar sedikit, urine berbau menyengat, tampak keruh, atau bahkan bercampur darah.
Penelitian berjudul “Comprehensive Assessment of Holding Urine as a Behavioral Risk Factor for UTI in Women and Reasons for Delayed Voiding” yang dilakukan oleh Jagtap, Harikumar, Vinayagamoorthy, dkk. menunjukkan bahwa kebiasaan menahan buang air kecil merupakan salah satu faktor perilaku yang meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, terutama pada perempuan. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa banyak responden menunda buang air kecil karena kondisi toilet umum yang dianggap kurang bersih atau tidak nyaman digunakan.
Kebiasaan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi jika terus dilakukan dapat menyebabkan infeksi yang berulang. Ketika bakteri berkembang di kandung kemih dan tidak segera ditangani, infeksi dapat menyebar ke bagian saluran kemih yang lebih atas, termasuk ginjal.
Penelitian lain berjudul “Symptoms, Risk Factors, Diagnosis and Treatment of Urinary Tract Infections” oleh Kaur dan Kaur menjelaskan bahwa infeksi saluran kemih yang terlambat diobati dapat berkembang menjadi infeksi ginjal atau pielonefritis. Kondisi ini ditandai dengan demam tinggi, nyeri pada pinggang, menggigil, mual, dan muntah. Pada kasus yang berat, infeksi bahkan dapat menyebar ke aliran darah dan menyebabkan sepsis, kondisi yang memerlukan penanganan medis segera.
Selain meningkatkan risiko infeksi, menahan buang air kecil terlalu lama juga dapat membuat kandung kemih meregang secara berlebihan. Jika berlangsung terus-menerus, kemampuan otot kandung kemih untuk berkontraksi dapat menurun sehingga proses pengosongan urine menjadi tidak optimal. Sisa urine yang tertinggal di dalam kandung kemih kemudian menjadi tempat berkembangnya bakteri dan memperbesar peluang terjadinya infeksi berulang.
Meskipun demikian, tidak semua orang yang menahan buang air kecil akan langsung mengalami ISK. Risiko akan meningkat apabila kebiasaan tersebut dilakukan berulang, disertai kurang minum, kebersihan area genital yang kurang terjaga, atau memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes maupun gangguan saluran kemih.
☕ Dukung ASHA Publishing
Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.
Cara terbaik untuk mencegah ISK sebenarnya cukup sederhana. Jangan membiasakan diri menunda buang air kecil ketika tubuh sudah memberikan sinyal, penuhi kebutuhan cairan setiap hari agar produksi urine tetap baik, serta usahakan menggunakan toilet yang bersih. Menjaga kebersihan area genital dan segera memeriksakan diri apabila muncul keluhan seperti nyeri saat buang air kecil, urine berdarah, atau demam juga penting agar infeksi tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.
Para ahli mengingatkan bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan dalam jangka panjang. Menahan buang air kecil mungkin terasa sepele, tetapi jika menjadi kebiasaan, risikonya terhadap infeksi saluran kemih hingga gangguan ginjal tidak boleh diabaikan.
