MAKASSAR – Perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat banyak orang lebih mudah mengalami batuk, pilek, demam, hingga radang tenggorokan. Kondisi ini sering muncul ketika tubuh kesulitan beradaptasi dengan perubahan suhu, kelembapan, maupun curah hujan.
Sebenarnya, perubahan cuaca bukan penyebab langsung seseorang jatuh sakit. Penyakit lebih mudah muncul ketika daya tahan tubuh menurun sehingga virus dan bakteri lebih mudah menginfeksi. Karena itu, menjaga sistem kekebalan tubuh menjadi langkah penting agar tetap sehat di tengah cuaca yang tidak menentu.
Salah satu cara yang paling sederhana adalah menjaga asupan makanan. Tubuh membutuhkan vitamin, mineral, protein, dan serat untuk mendukung kerja sel-sel imun. Buah-buahan, sayuran hijau, ikan, telur, kacang-kacangan, serta biji-bijian dapat menjadi pilihan menu harian yang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut.
Kebutuhan cairan juga tidak boleh diabaikan. Minum air putih yang cukup membantu menjaga fungsi organ tubuh tetap optimal, termasuk sistem kekebalan. Saat tubuh kekurangan cairan, berbagai proses metabolisme dapat terganggu dan seseorang lebih mudah merasa lelah.
Aktivitas fisik juga berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau olahraga ringan selama sekitar 30 menit setiap hari dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan mendukung kerja sistem imun. Intensitas olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan cuaca agar tidak menimbulkan kelelahan berlebihan.
Istirahat yang cukup sering kali menjadi hal pertama yang dikorbankan ketika aktivitas sedang padat. Padahal, saat tidur tubuh melakukan proses pemulihan sekaligus membentuk respons kekebalan terhadap berbagai infeksi. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam.
Stres yang berlangsung terus-menerus juga dapat memengaruhi daya tahan tubuh. Ketika stres berkepanjangan, tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi. Kondisi ini dapat mengganggu kerja sistem imun sehingga tubuh menjadi lebih rentan terserang penyakit. Meluangkan waktu untuk beristirahat, melakukan hobi, berolahraga, atau sekadar berjalan santai dapat membantu mengurangi tekanan psikologis.
Menjaga kebersihan diri tetap menjadi langkah yang tidak kalah penting. Mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan, setelah dari luar rumah, atau setelah menyentuh benda yang digunakan banyak orang dapat mengurangi risiko penularan berbagai penyakit infeksi.
Saat cuaca berubah, penggunaan pakaian juga perlu disesuaikan. Ketika hujan atau suhu udara lebih dingin, gunakan pakaian yang mampu menjaga suhu tubuh tetap nyaman. Sebaliknya, ketika cuaca panas, pilih pakaian yang menyerap keringat agar tubuh tidak mudah mengalami dehidrasi.
☕ Dukung ASHA Publishing
Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.
Bagi sebagian orang, terutama lansia, ibu hamil, anak-anak, atau mereka yang memiliki penyakit kronis, vaksinasi sesuai anjuran tenaga kesehatan juga dapat menjadi perlindungan tambahan terhadap penyakit tertentu yang lebih sering muncul pada musim tertentu.
Menjaga daya tahan tubuh tidak bergantung pada satu jenis makanan, suplemen, atau kebiasaan tertentu. Pola hidup sehat yang dilakukan secara konsisten justru menjadi kunci utama agar tubuh mampu beradaptasi dengan perubahan cuaca dan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik.
