Rutin Berolahraga Ternyata Tak Hanya Menjaga Berat Badan, Ini Beragam Manfaatnya bagi Jantung dan Kesehatan Mental

MAKASSAR,– Berolahraga sering kali dikaitkan dengan upaya menurunkan berat badan. Padahal, manfaat aktivitas fisik jauh lebih luas daripada sekadar membakar kalori. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa olahraga yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan jantung, mengendalikan berat badan, sekaligus meningkatkan kesehatan mental.

Organisasi kesehatan di berbagai negara bahkan menempatkan aktivitas fisik sebagai salah satu pilar utama pencegahan penyakit tidak menular. Kebiasaan bergerak secara teratur dinilai mampu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

Salah satu manfaat terbesar olahraga adalah menjaga kesehatan jantung. Saat berolahraga, jantung bekerja lebih aktif memompa darah sehingga otot jantung menjadi lebih kuat. Seiring waktu, kemampuan jantung dalam mengalirkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh pun meningkat.

Penelitian berjudul “Exercise Benefits in Cardiovascular Disease: Beyond Attenuation of Traditional Risk Factors”yang diterbitkan dalam Nature Reviews Cardiology pada 2018 menjelaskan bahwa olahraga tidak hanya membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol, tetapi juga memberikan efek antiinflamasi, memperbaiki fungsi pembuluh darah, serta meningkatkan kemampuan tubuh dalam melindungi jaringan jantung dari kerusakan.

Aktivitas fisik juga membantu menjaga sirkulasi darah tetap lancar sehingga mengurangi risiko terbentuknya penyumbatan pada pembuluh darah. Dalam jangka panjang, kebiasaan berolahraga secara rutin diketahui dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, hingga gagal jantung.

Manfaat berikutnya yang paling dikenal adalah membantu mengendalikan berat badan. Saat tubuh bergerak, kebutuhan energi meningkat sehingga kalori yang tersimpan sebagai lemak akan digunakan sebagai sumber energi. Jika dilakukan secara konsisten dan diimbangi pola makan yang sehat, olahraga membantu menjaga keseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang dikeluarkan.

Penelitian “Exercise Associated Hormonal Signals as Powerful Determinants of an Effective Fat Mass Loss” yang diterbitkan dalam Endocrine Regulations menjelaskan bahwa olahraga memengaruhi berbagai hormon yang berperan dalam pembakaran lemak. Aktivitas fisik membantu meningkatkan oksidasi lemak dan memperbaiki metabolisme tubuh sehingga pengendalian berat badan menjadi lebih efektif.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa olahraga bukan solusi instan untuk menurunkan berat badan. Hasil yang optimal tetap memerlukan pola makan bergizi seimbang, tidur yang cukup, dan konsistensi dalam menjalankan gaya hidup sehat.

Di sisi lain, manfaat olahraga terhadap kesehatan mental kini semakin banyak mendapat perhatian. Ketika berolahraga, tubuh melepaskan berbagai senyawa kimia, seperti endorfin dan serotonin, yang berperan dalam memperbaiki suasana hati serta mengurangi rasa cemas dan stres.

Penelitian “Examining the Effect of Increased Aerobic Exercise in Moderately Fit Adults on Psychological State and Cognitive Function” yang diterbitkan dalam Frontiers in Human Neuroscience pada 2022 menemukan bahwa olahraga aerobik yang dilakukan secara rutin mampu meningkatkan fungsi kognitif, memperbaiki suasana hati, serta meningkatkan kemampuan belajar dan daya ingat.

Temuan tersebut sejalan dengan berbagai penelitian lain yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Orang yang aktif bergerak umumnya memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih baik dibandingkan mereka yang menjalani gaya hidup sedentari.

Manfaat tersebut tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa. Anak-anak, remaja, hingga lanjut usia juga memperoleh keuntungan dari aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur. Selain meningkatkan kebugaran tubuh, olahraga membantu mempertahankan massa otot, menjaga kepadatan tulang, serta meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh.

Penelitian “The Health Benefits of Exercise and Physical Activity” yang diterbitkan dalam Current Nutrition Reportsmenyebutkan bahwa aktivitas fisik secara konsisten berkontribusi terhadap penurunan risiko diabetes tipe 2, hipertensi, osteoporosis, beberapa jenis kanker, hingga kematian dini akibat penyakit kronis.

Kabar baiknya, olahraga tidak selalu harus dilakukan di pusat kebugaran atau menggunakan peralatan khusus. Jalan kaki, bersepeda, berenang, jogging, senam, atau bahkan berkebun dapat menjadi bentuk aktivitas fisik yang memberikan manfaat apabila dilakukan secara rutin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menganjurkan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit per minggu, atau sekitar 30 menit setiap hari selama lima hari dalam seminggu. Aktivitas tersebut dapat disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, dan kemampuan masing-masing individu.

Yang terpenting adalah membangun kebiasaan untuk tetap bergerak. Memilih tangga daripada lift, berjalan kaki saat menelepon, atau melakukan peregangan di sela pekerjaan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi waktu duduk terlalu lama.

☕ Dukung ASHA Publishing

Jika artikel ini bermanfaat, Anda dapat mendukung operasional redaksi dan publikasi kami.

Olahraga bukan sekadar sarana membentuk tubuh ideal. Lebih dari itu, aktivitas fisik merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi jantung, metabolisme, otak, hingga kesehatan mental. Semakin dini kebiasaan berolahraga dibangun, semakin besar pula peluang untuk menikmati hidup yang lebih sehat di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 ASHA News by ASHA Publishing. All Rights Reserved.