Kesenjangan Peran Mahasiswa: Penjaga Nilai, Apakah Masih Relevan?

Oleh : Andi Nuzul Akbar, S.Sos., M.M– Dosen Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar Mahasiswa kerap dipandang sebagai kelompok intelektual muda yang menempati posisi strategis di tengah masyarakat. Statusnya tidak lagi sekadar peserta didik yang menyerap ilmu di ruang kuliah, melainkan bagian dari komunitas akademik yang diharapkan mampu membaca realitas sosial, mengkritisi kebijakan, menawarkan…

Read More

Ketika Tiket Pesawat Mahal, Mampukah Pariwisata Makassar Bertahan?

A. Hadijah Sulfiyani A, S.Pd., M.M– Dosen Pend. Adm. Perkantoran, Universitas Negeri Makassar. Pariwisata selama ini sering dipahami sebagai persoalan destinasi. Ketika jumlah wisatawan menurun, respons yang paling umum adalah memperbanyak promosi, menggelar festival, atau mempercantik kawasan wisata. Namun dalam konteks Makassar dan Sulawesi Selatan saat ini, persoalannya tampak lebih mendasar. Yang sedang diuji bukan…

Read More

Mahasiswa dan AI: Membantu Belajar atau Membunuh Nalar?

Oleh: Nurfitraeny Nasruddin, M.Pd.( Dosen Ilmu Administrasi Negara, UNM) Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) seperti ChatGPT, Gemini, Copilot, dan berbagai platform lainnya telah mengubah cara mahasiswa belajar. Jika dahulu mahasiswa harus menghabiskan waktu berjam-jam mencari referensi di perpustakaan atau berbagai situs web, kini jawaban dapat diperoleh hanya dalam hitungan detik. Kemudahan ini membawa manfaat besar…

Read More

PP 20 Tahun 2026 Resmi Berlaku: Ini Dampak Nyata bagi PT, CV, dan Jutaan Pelaku Usaha Kecil

Nurfadila, S.E.,M.M– Dosen Universitas Negeri Makassar Pada 22 April 2026, Presiden Prabowo Subianto menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026 yang merevisi PP 55/2022 tentang Pajak Penghasilan. Kebijakan ini mencabut hak Perseroan Terbatas (PT) dan Commanditaire Vennootschap (CV) untuk menggunakan tarif PPh Final UMKM 0,5 persen dari omzet, dan menggantinya dengan tarif PPh Badan 22…

Read More

Bukan Sekadar Membentuk Otot: Pelajaran Hidup yang Saya Temukan dari Olahraga

A.Bulqis Safirah, S.I.Kom.,M.I.Kom– Dosen pendidikan bahasa mandarin UNM Dua tahun lalu, saya mengalami sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya: harus menjalani perawatan di rumah sakit karena tifus. Bagi sebagian orang, mungkin itu adalah penyakit yang umum terjadi. Namun bagi saya yang belum pernah diinfus sebelumnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu momen yang paling tidak…

Read More

Dari Lapangan Sekolah untuk Indonesia: Pendidikan Jasmani dan Spirit Pancasila

Alif Ariyadi Hardi, S.Pd., M.Pd– Dosen Universitas Negeri Makassar Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Idealnya, peringatan ini tidak berhenti pada upacara, slogan, ataupun unggahan seremonial di media sosial. Pancasila perlu dihadirkan dalam ruang-ruang pendidikan. Salah satu ruang itu adalah lapangan sekolah. Di sana, anak-anak tidak hanya mempelajari keterampilan seperti berlari,…

Read More

Merawat Indonesia dengan Cinta dan Pancasila

Oleh: Sitti Hardiyanti Arhas (Dosen Pendidikan Administrasi Perkantoran, UNM) Tanggal 1 Juni, kita kembali mengingat Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Berbagai upacara digelar, pidato disampaikan, dan media sosial dipenuhi ucapan selamat Hari Lahir Pancasila. Semua itu tentu penting. Namun, ada satu pertanyaan sederhana yang layak kita renungkan bersama: apakah Pancasila sudah…

Read More

Menolak Eksploitasi Kualifikasi Loker: Ketika Standar Industri Menjadi Tidak Manusiawi bagi Gen Z

Oleh: Andi Putri Tenriyola,S.E.,M.M (Dosen Administrasi Perkantoran UNM) Sebagai dosen milenial yang setiap tahun melepas lulusan sarjana ke bursa kerja, saya melihat fenomena ini bukan lagi sekadar candaan di Twitter (X) atau LinkedIn, melainkan sebuah tragedi struktural. Keluhan anak muda di media sosial mengenai syarat lowongan kerja (loker) belakangan ini telah mencapai tahap yang menggelikan…

Read More

Belajar Bahasa Asing Sejak Dini: Investasi yang tidak bisa ditunda

Oleh: Ainun Bashirah Syam, S.Pd., M.Pd. Masa kanak-kanak di bawah dua belas tahun adalah waktu terbaik bagi otak untuk merekam bahasa secara optimal, dan garis start idealnya dimulai pada usia tiga tahun. Menariknya, pada fase ini anak-anak tidak sekadar meniru bunyi, intonasi, atau kosakata yang melintas di dekat mereka, tetapi mereka juga mempelajarinya secara alami…

Read More

Siri’, Pesse’, dan Panrita: Mendudukkan Kearifan Bugis-Makassar di Bangku Sekolah

Elfira.,M.Pd (Dosen Universitas Negeri Makassar) Mengapa nilai kepemimpinan Bugis-Makassar perlu hidup kembali di ruang sekolah Di tanah Sulawesi Selatan, anak-anak tumbuh di antara dua dunia. Di rumah, mereka mendengar tentang siri’ kehormatan yang dijaga dengan sepenuh jiwa. Di sekolah, mereka belajar kepemimpinan dari buku-buku yang ditulis jauh dari tanah mereka, tentang tokoh-tokoh yang belum tentu pernah menyentuh…

Read More
© 2026 ASHA News by ASHA Publishing. All Rights Reserved.